Rabu, 30 Mei 2012
SULIT menjadi NIKMAT ** Part 1 **
masih hangat dalam ingatan saya ketika pertama kali ada seorang ummahat yang menyarankan kepada saya agar menghafalkan Al-Qur'an, " mumpung masih muda dan belum menikah, Hafalin Al-Qur'an. ntar klo anti udah nikah psti akan susah karena sibuk mengurus rumah tangga." namun saya hanya menjawab : "gak ah,... saya tidak bakalan bisa." maklumlah menghafal bacaan yang tulisan huruf indonesia saja susah, nah ini apalagi menghafal tulisan arab. Asli .... pasti bakalan SUUSAAH !!!
begitulah jawaban singkat yang terlontar dari mulut saya ketika itu. yang tanpa saya sadari bahwa apa yang ada dipikiran saya itulah yang akan mempengaruhi usaha saya untuk melakukan sesuatu, termasuk menghafal Al-Qur'an. jika dari awal kita sudah berpikir tidak bisa, maka sampai kapanpun usaha yang kita lakukan akan berakhir dengan sia-sia. karena tanpa kita sadari usaha yang kita lakukan itu cenderung ditemani dengan pikiran bawah sadar kita.
terus terang, dalam hidup saya tidak pernah sedikit pun terbesit niat untuk menghafal Al-Qur'an. jangan kan ada niat, bermimpi saja pun saya tidak berani. sebab,saya menganggap itu merupakan sesuatu yang mustahil diwujudkan dan sangat sulit sekali. namun itu dulu,.. jauh sebelum saya dipertemukan dengan seseorang yang memiliki niat dan azzam yang kuat dalam menghafal Al-Qur'an.
merupakan sebuah karunia dan bimbingan Allah kepada saya karena telah dipertemukan dengannya. seorang ukhti yang selalu sudi menampung setiap keluh kesah saya, yang senantiasa memberikan dorongan dan motivasi yang kuat kepada saya agar bisa menghafal kalamNya. sejak pertama kali bertemu, saya sudah terkagum-kagum terhadapnya ketika dia membaca surat An-naba dengan fasih sesuai makhraj dan tajwid yang benar dan tidak melihat teks dalam Al-Qur'an. bayangkan dia sudah mengkhatamkan menghafal juz 30. dan kini sedang menghafal juz 29. sementara saya masih sangat jauh (baca; masih sedikit), jauh sekali hafalannya dibanding beliau.
karena melihat kegigihan sahabat saya itulah saya jadi ingin mencoba untuk menghafal juga, memang saat itu belum tumbuh niat dan hanya sekedar ikut-ikutan saja. karena saya berpikir dengan coba2, siapa tau jadi bisa hehee :-D
dan tibalah waktunya saat dimana pertama kali saya mencoba untuk menghafal, dan teman-teman pasti bisa menebak bagaimana hasilnya?? SUSAH!!! yupss... ketika memulai menghafal untuk pertama kalinya, sangat susah sekali. berkali2 saya mencoba selalu tidak bisa.
lalu saya sampaikan kepada sahabat saya itu : " kenapa ya' saya kok susah banget untuk menghafal, sudah berkali2 mencoba selalu saja "daha pagi" (baca; sudah hafal, lupa lagi) ". lantas dia menjawab : " harus ada niat yang tulus dan azzam yang kuat dalam menghafal Al-Qur'an,jadi tidak hanya sekedar coba2. ingat! Al-Qur'an adalah kalam Allah, maka bersungguh2lah dalam menghafal. InsyaAllah... akan ada bimbingan dari Allah untuk mewujudkan keinginan kita itu (baca;menghafal)."
SubhanAllah..... saya langsung tertegun mendengar jawaban sahabat saya itu, apa yang dia katakan memang benar. pertama kali saya menghafal tidak didasari dengan niat yang tulus, hanya sekedar ajang coba2. bagaimana Allah akan membantu saya jika kalamNya dijadikan sebagai bahan coba2. Astaghfirullah...
namun.... hal itu tidak berlangsung lama, setelah saya meluruskan niat dan menanamkan azzam yang kuat pada diri ini.kembali saya memulai menghafal kalamNya. Alhamdulillah.... ternyata Allah mudahkan usaha saya itu. kini surat demi surat dalam juz 30 semakin sering saya lewati (baca; sudah hafal). hanya tinggal beberapa surat lagi untuk mengkhatamkan juz 30, semoga Allah selalu membantu saya. aamiin Allahumma aamiin.
kita semua tau, petunjuk, ilmu, kemudahan, dan kekuatan itu datangnya dari Allah. jadi dalam menghafal tidak ada istilah bisa atau tidak bisa, tetapi mau atau tidak mau. sebab, Allah sudah menyuguhkan semua karunia itu (baca; petunjuk, kekuatan, ilmu, kemudahan) untuk kita. tinggal kitanya sendirilah yang membuat keputusan, mau atau tidak mau mendapatkan semua itu.
" Dan sesungguhnya telah kami mudahkan Al-Qur'an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?." (QS. Al-Qamar : 17)
teman, sungguh... suatu kenikmatan dan kebahagian yang luar biasa ketika berhasil menghafal surat demi surat dalam Al-Qur'an, apalagi jika kita sudah berhasil menghafal seluruh isinya. saya ingin sekali teman-teman juga bisa termotivasi dalam menghafal kalamNya. karena dengan menghafal, Allah akan memberikan bermacam-macam kenikmatan kepada kita baik didunia maupun di akhirat. dan nikmat yang paling besar adalah Ridho Allah kepada diri kita.
meski saya belum khatam menghafal seluruh isi Al-Qur'an, namun saya sangat bersyukur atas nikmat yang Allah berikan kepada saya saat ini (selalu bersemangat dalam menghafal).
ada satu hal yang paling membuat saya sangat termotivasi untuk menghafal Al-Qur'an. dan hal itu adalah..... To Be Continued in part 2
Sabtu, 19 Mei 2012
Fadhail Hifzhul Al - Qur’an (Keutamaan menghafal Al - Qur’an)
Alhamdulillah hari kamis kemaren saya dan teman-teman liqo
berkesempatan mengunjungi rumah salah seorang tokoh, selain aktif di
pemerintahan beliau juga seorang huffadz. Beliau adalah ustadzah Susanti Hud. Senang rasanya dapat
berkenalan dengan beliau, selain bisa berbagi tentang banyak hal dengan beliau saya
dan teman2 juga banyak diberi tips oleh beliau untuk selalu semangat dalam menghafal
Al-Qur’an. Meski baru pertama kali bertemu,
namun saya sangat mengagumi beliau. bayangkan saja, dengan kesibukannya sebagai
anggota dewan, beliau juga sibuk dengan mengurus buah hatinya. Namun semangat
beliau dalam menghafal kalam Allah sungguh luar biasa. Sehingga membuahkan
hasil yang sangat memuaskan. kini beliau
sudah menghafal Al-Qur’an. Ketika kami disana beliau banyak bercerita tentang
pengalaman beliau dalam menghafal Al-Qur’an dan disela pertemuan kami saat itu,
Beliau bertutur bahwa, kebanyakan kader dakwah saat ini banyak yang melupakan
Al-qur’an karna terlalu sibuk mengurus organisasinya. Padahal, menurut beliau Al-Qu’arn
itu adalah Minhajul Hayah (pedoman hidup) seorang mukmin. dan kewajiban seorang
Muslim terhadap Al-Qur’an itu ada 4 :
1.
Tilawah (Membaca) Al-Qur’an
Karna dengan membaca Al - Qur’an Allah
memberi 10 kebaikan disetiap huruf pada orang yang membacanya, hal ini senada
dengan Sabda Rasulullah Saw : “Barangsiapa yang
membaca satu huruf dari Al Qur’an maka baginya satu hasanah (kebaikan) , dan
hasanah (Kebaikan) itu akan dilipatgandakan sepuluh kali. Aku tidak mengatakan
Alif Lam Mim itu satu huruf, namun Alif itu satu huruf, Lam satu huruf dan Mim
satu huruf.” (HR. At Turmudzi).
2.
Hifzhul (Menghafal dan Mengamalkan)
kandungan Al-Qur’an.
Banyak hadits Rasulullah Saw
yang mendorong untuk menghafal Al Qur’an atau membacanya di luar kepala,
sehingga hati seorang individu muslim tidak kosong dari sesuatu bagian dari
kitab Allah Swt. Seperti dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas
“Orang yang tidak mempunyai hafalan Al Qur’an sedikit pun adalah seperti rumah
kumuh yang mau runtuh (HR. Tirmidzi)
3.
Mentadabbur ayat (menghayati dan
memahami) kandungan Al-Qur’an .
karna dengan kita memahami makna yang
terkandung di dalam Al-Qur’an hal itu bisa membantu meningkatkan nilai ruhiyah
kita dan juga dapat menambah cakrawala berpikir kita sebagai seorang muslim. Jika kita mengerti apa
yang dibaca dan kita yakin akan kebenarannya, maka pintu critical
area pikiran bawah sadar menjadi terbuka,
sehingga informasi dari Allah langsung masuk ke pikiran bawah sadar dan
tersimpan sebagai akhlak. Pada saat kita menghadapi situasi seperti yang
terjadi pada ayat tersebut, otomatis kita bereaksi sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an .
4.
Berusaha untuk menyebarkan dan
mendakwahkan Al-Qur’an.
Sebaik-baik orang diantara kalian adalah orang yang
mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari).
salah
satu nasehat bu susanti yang sangat membekas dalam ingatan saya adalah,.. “ jangan
pernah menyesal terhadap kehidupan yang telah kita lalui, ingat !! apapun yang
telah dan akan terjadi dalam hidup kita itu sudah merupakan kehendak Allah swt”
Beliau juga
berkata : “ seseorang yang berpegang teguh pada Al-Qur’an, insyaAllah selalu
sigap dalam menentukan sikap, tidak gampang menyerah serta tidak mudah
terpengaruh oleh prinsip hidup lain”.
Melihat kesuksesan
bu susanti dalam menghafal Al-Qur’an,
saya jadi tambah termotivasi untuk menghafal Al-Qur’an . Dan pada postingan kali ini saya ingin berbagi dengan teman2 tentang apa saja siy keutamaan menghafal Al-Qur’an. Kebetulan kemarin
sempat meluncur di mbah google dan ketemu
salah satu article, yang mana di dalam article tersebut mengulas tentang keutamaan
menghafal Al-Qur’an. Dan berikut adalah keutamaannya :
Fadhail
Hifzhul Qur’an (Keutamaan menghafal Qur’an) :
- Al Qur’an akan menjadi penolong (syafa’at) bagi
penghafal .Dari Abi Umamah ra. ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW
bersabda, “Bacalah olehmu Al Qur’an, sesungguhnya ia akan menjadi pemberi
syafa’at pada hari kiamat bagi para pembacanya (penghafalnya).”" (HR.
Muslim)
- Nabi Saw memberikan amanat pada para hafizh dengan
mengangkatnya sebagai pemimpin delegasi. Dari Abu Hurairah ia berkata,
“Telah mengutus Rasulullah SAW sebuah delegasi yang banyak jumlahnya,
kemudian Rasul mengetes hafalan mereka, kemudian satu per satu disuruh
membaca apa yang sudah dihafal, maka sampailah pada Shahabi yang paling
muda usianya, beliau bertanya, “Surat apa yang kau hafal? Ia menjawab,”Aku
hafal surat ini.. surat ini.. dan surat Al Baqarah.” Benarkah kamu hafal
surat Al Baqarah?” Tanya Nabi lagi. Shahabi menjawab, “Benar.” Nabi
bersabda, “Berangkatlah kamu dan kamulah pemimpin delegasi.” (HR. At-Turmudzi
dan An-Nasa’i).
- Nikmat mampu menghafal Al Qur’an sama dengan nikmat
kenabian, bedanya ia tidak mendapatkan wahyu, “Barangsiapa yang membaca
(hafal) Al Quran, maka sungguh dirinya telah menaiki derajat kenabian,
hanya saja tidak diwahyukan padanya.” (HR. Hakim)
- Seorang hafizh Al Qur’an adalah orang yang
mendapatkan Tasyrif nabawi (Penghargaan khusus dari Nabi Saw). Di antara
penghargaan yang pernah diberikan Nabi SAW kepada para sahabat penghafal
Al Qur’an adalah perhatian yang khusus kepada para syuhada Uhud yang
hafizh Al Qur’an. Rasul mendahulukan pemakamannya. “Adalah Nabi
mengumpulkan diantara orang syuhada uhud, kemudian beliau bersabda,
:Manakah diantara keduanya yang lebih banyak hafal Al Quran, ketika
ditunjuk kepada salah satunya, maka beliu mendahulukan pemakamannya di
liang lahat.” (HR. Bukhari)
- Hafizh Qur’an adalah keluarga Allah yang berada di
atas bumi. “Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia, para
sahabat bertanya, “Siapakah mereka ya Rasulullah?” Rasul menjawab, “Para
ahli Al Qur’an. Merekalah keluarga Allah dan pilihan-pilihan-Nya.” (HR.
Ahmad)
- Siapa yang membaca Al Qur’an, mempelajarinya, dan
mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat.
Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaiakan dua
jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya
bertanya, “Mengapa kami dipakaikan jubah ini?” Dijawab,”Karena kalian
berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Qur’an.” (HR.
Al-Hakim)
- “Dan perumpamaan orang yang membaca Al Qur’an
sedangkan ia hafal ayat-ayatnya bersama para malaikat yang mulia dan
taat.” (Muttafaqun alaih)
- Dari Abdillah bin Amr bin ‘Ash dari Nabi SAW, beliau
bersabda, “Akan dikatakan kepada shahib Al Qur’an, “Bacalah dan naiklah
serta tartilkan sebagaimana engkau dulu mentartilkan Al Qur’an di dunia,
sesungguhnya kedudukanmu di akhir ayat yang kau baca.” (HR. Abu Daud dan
Turmudzi)
- Kepada hafizh Al Qur’an, Rasul SAW menetapkan berhak
menjadi imam shalat berjama’ah. Rasulullah SAW bersabda, “Yang menjadi
imam suatu kaum adalah yang paling banyak hafalannya.” (HR. Muslim)
- “Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al Qur’an
maka baginya satu hasanah, dan hasanah itu akan dilipatgandakan sepuluh
kali. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf, namun Alif itu
satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf.” (HR. At Turmudzi).
- Bahkan Allah membolehkan seseorang memiliki rasa iri
terhadap para ahlul Qur’an, “Tidak boleh seseorang berkeinginan kecuali
dalam dua perkara, menginginkan seseorang yang diajarkan oleh Allah
kepadanya Al Qur’an kemudian ia membacanya sepanjang malam dan siang,
sehingga tetangganya mendengar bacaannya, kemudian ia berkata, ‘Andaikan
aku diberi sebagaimana si fulan diberi, sehingga aku dapat berbuat
sebagaimana si fulan berbuat’” (HR. Bukhari)
Ternyata begitu banyak ya keutamaan
menghafal Al Quran, tapi karena kesibukan dunia dan segala pesonanya yang
menggoda, membuat kita jadi malas melakukannya. karena itu mulai sekarang, azzam
kan dalam diri untuk menghafal Al-Qur’an (Nasehat untuk Diri) ....
Wassalam
Jumat, 04 Mei 2012
Hafal Al-Qur'an? I Wish !!!
Setelah bergabung di liqo, timbul
semangat untuk menghafal al-Qur’an. Ya meski pun saya sendiri belum
terlalu yakin pada diri ini apakah bisa atau tidak menghafal Al-Qur’an. Tapi setidaknya semangat itu sudah
ada, dan insyaAllah... semoga usaha itu Allah
mudahkan sehingga membuahkan hasil yang memuaskan, Aamiin Allahumma aamiin.
Saya banyak minta pendapat ke teman2 bahkan ke murobbi, bagaimana siy agar
mudah dan cepat menghafal Al-Qur’an ? dan jawaban dari mereka hampir rata-rata sama, intinya mereka bilang :
kuatkan azam untuk menghafal, dan sering mengulang-ulang bacaan.
Dan memang hal itu sudah saya coba, dan Alhamdulillah berhasil. Meski belum
sepenuhnya menghafal seluruh al-qur’an (Baca; baru juz 30, dan itu pun belum
hafal semua. Baru sebagian z :-D heee) namun paling tidak saya sudah memulai
usaha menghafal dengan permulaan yang memuaskan menurut saya pribadi :-D hihihihi #tetepNarcis
But actually ... yang ingin saya sharing
disini bukan hal di atas siy, melainkan cara menghafal Al-Qur’an dengan mudah.
Kebetulan kemaren di kantor mati lampu, bosan gak ngapa-ngapain ,akhirnya
pandangan saya tertuju pada lemari kantor yang didalamnya terpajang beberapa
buku2 bacaan, nah dilemari itulah saya nemuin buku yang mana didalam buku
tersebut ada article tentang cara menghafal Al-Qur’an dengan mudah. Siapa tau
ini berguna buat teman2, klo unt saya pribadi mah sudah pasti berguna sob :-D
heeee
ok... ini dia cara nya :
1.
Mengingat
Keutamaan Al-Qur’an.
Seperti ungkapan, “tak kenal maka tak
sayang”, seseorang perlu mengetahui dan mengingat keutamaan menghafal
Al-Qur’an, agar ia memiliki keinginan yang kuat untuk menghafalnya. Banyak
dalil tentang keutamaan menghafal Al-Qur’an. Di antaranya, orang yang hafal
Al-Qur’an tak akan merugi dalam berdagang dan rejekinya ditambah (QS. Faathir
(35) : 29 – 30), menjadi keluarga Allah dan pilihannya (HR.Ahmad) , kedua orang
tua nya memakai mahkota cahaya dihari kiamat (HR. Hakim), dll.
2. Harus Yakin
Bahwa Menghafal Al-Qur’an itu mudah.
Ir. Amjad Qosim dalam bukunya Kaifa Tahfazh
Al-Qur’an Al- Karim Fi Syahr (Hafal Al-Qur’an dalam sebulan) menjelaskan bahwa
menghafal Al-Qur’an itu mudah. Didalam buku itu juga disampaikan fakta tentang
wanita sibuk yang ternyata bisa menghafal Al-Qur’an dalam waktu kurang dari
sebulan, salah satu rahasianya adalah YAKIN bahwa menghafal Al-Qur’an itu
mudah. Sebagaimana firman Allah : “Dan sesungguhnya telah kami mudahkan
Al-Qur’an itu untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?”
(QS. Al-Qamar : 22)
3. Memakai mushaf
Al-Qur’an yang sama.
Otak manusia memiliki kemampuan untuk
men-snapshot buku yang dibaca dan mengingatnya secara visual. Otak dapat
mengingat posisi suatu tulisan/ayat disebuah halaman, apakah dibagian atas,
tengah atau bawah. Karna itu, bagi penghafal Al-Qur’an dianjurkan menggunakan
satu mushaf yang sama selama menghafal. Agar ia lebih mudah untuk menghafal dan
mengingat ayat.
4. Membaca dan
Mendengarkan ayat yang akan dihafal.
Seseorang akan mudah hafal sebuah lagu
tanpa menghafalnya, hanya karena sering mendengarnya. Demikian pula dalam
menghafal Al-Qur’an, seseorang akan lebih mudah
menghafal, apabila sebelumnya telah sering membaca atau mendengar ayat
yang akan dihafal.
5. Memahami makna
ayat yang dihafalkan.
Sebelum menghafal, alangkah baiknya
dipahami dulu makna dan jalan cerita ayat yang akan dihafal. Bila perlu,
membaca juga terjemah dan tafsirnya. Dengan demikian, dapat diketahui maksud
ayat dan hubungannya dengan ayat sebelum dan setelahnya. Hal ini terbukti dapat
mempermudah dalam menghafal Al-Qur’an.
6. Menghafal pada
waktu-waktu berkah
Saat yang mudah untuk menghafal
diantaranya pada waktu2 berkah. Seperti, waktu sahur, i’tikaf dimasjid, atau ketika
sedang berpuasa.
7. Mengulang
hafalan dihadapan murobbi ,teman dan dalam sholat
Yang disebut hafal adalah mampu membaca dengan
benar dan lancar. Hal ini akan diperoleh dengan cara mengulang hafalan
(takrar/muraja’ah). Ingat!! Hafalan akan mudah hilang bila tidak di ulang. Dan
ada baiknya di ulang dihadapan murabbi atau teman agar dapat memberi tau jika
ada kesalahan. Selain itu juga dianjurkan mengulang hafalan pada waktu sholat,
baik sholat wajib maupun sunah.
8. Selalu menjaga
semangat untuk menghafal Al-Qur’an
Setiap usaha untuk meraih kesuksesan tak
lepas dari ujian. Demikian pula menghafal Al-Qur’an. Terkadang muncul rasa malas
dan semangat berkurang, sehingga hafalan tak kunjung selesai. Maka, agar sukses
menghafal Al-Qur’an seringlah membaca dan mendengarkan motivasi untuk menghafal
Al-Qur’an, berkumpul dengan orang2 yang senang membaca dan menghafalkan
Al-Qur’an, selalu membawa Al-Qur’an, dll.
9. Menjauhi dosa
dan maksiat
Dosa dan maksiat adalah penghalang utama
dari mendapatkan ilmu dan menghafal. Adh-Dhahhak berkata, “kami tidak mengetahui
seorangpun yang menghafal Al-Qur’an kemudian lupa kecuali karena dosa.” Dan
Imam As-Syafi’i seorang ulama yang sangat cerdas dan kuat hafalannya, pernah
berkonsultasi pada gurunya tentang buruknya hafalan. Lalu beliau dianjurkan
menghindari dosa dan maksiat. Hal ini diceritakan dalam sya’irnya : “Aku
mengeluh pada Syaikh Waki’ tentang buruknya hafalanku, maka ia menasehatiku
untuk meninggalkan maksiat. Sesungguhnya ilmu adalah cahaya Allah, dan cahaya
Allah tak diberikan pada ahli maksiat.”
10. Berdo’a dan berusaha
Untuk mencapai kesuksesan, selain dibutuhkan
usaha keras tentunya juga dibutuhkan do’a agar usaha yang kita lakukan dimudahkan
oleh Allah Swt.
*Semoga Allah mudahkan semua usaha kita
dalam menghafal kalamNya, Aamiin Allahumma aamiin.
Referensi : Buletin Sidogiri
Wassalam ^_^
Kamis, 26 April 2012
Hidup itu pilihan,...
Apapun profesi
kita, tak pernah lepas dari yang namanya
memilih. Seperti, mau jadi orang baik
atau jahatkah kita ? seorang Pedagang harus memilih mana barang yang akan ia
sajikan didepan toko, seorang ibu harus memilih menu apa masakan yang harus ia hidangkan
hari ini, semua itu adalah pilihan yang mengharuskan kita untuk memilih.
Berbicara soal
memilih, sama halnya dengan yang saya alami sekarang , apakah harus tetap
bertahan di tempat kerja yang sekarang atau buat lamaran lalu mencari pekerjaan
baru yang lebih baik?. Saya menyadari untuk dapat bekerja di “B”
adalah sebuah pilihan, yang awalnya saya pikir
dengan bekerja disalah satu badan yang notabene berlabel “ISLAMI”akan
banyak pelajaran tentang islam yang akan saya dapatkan. Namun kenyataan yang
saya temui setelah berada di dalamnya, sangat jauh berbeda dengan apa yang saya
bayangkan.
Setelah bergabung
didalamnya, memang banyak hal yang saya temui dari keisengan karyawan lama yang
memblokir jaringan FB + Twitter di kompi saya (meski diblokir, toh saya masih
bisa membukanya :-P)sampe speaker yang ada di meja kerja sayapun mereka
sembunyikan. Kalo tujuan mereka memblokir jaringan Fb untuk semua siy saya bisa
terima. lhaa ini hanya kompi sya z yang diblokir, siapa yang gak kesel coba ? sementara mereka
enak2 fbkan dan setel music kencang2.
Belum lagi masalah
kedisiplinan yang mereka buat lalu mereka lah yang paling rajin melanggar. Dari
karyawan lama sampe level pengurusnya pun sama saja, sama2 menghalalkan segala
cara untuk kesenangan pribadinya. Pengurus yang datang ke kantor dalam sebulan
bisa dihitung dengan jari, ditambah lagi dengan karyawan lama yang masuk kantor seenak “perut “
mereka. Ditambah lagi sering memerintah karyawan
baru seenaknya, seolah mereka lah sang BOSS.
Bagamaina indonesia
bisa maju jika orang2 yang diberi amanah untuk menjalankan suatu pekerjaan yang
notebene adalah sebagai “penjebatan” antara si kaya dan si miskin justru mereka
mengambil keuntungan dari situ. Naudzubillah !!!
Sekedar meluapkan
kekesalan yang selama ini terpendam :-D...
Saat cuaca Batam sedang panas,
Menunggu detik –detik waktu sholat dzuhur.
Thursday at 11.50 am
Rabu, 25 April 2012
Kangen Masak :-(
Selalu
excited kalau membahas menu masakan, maklumlah kan calon ibu eRTe (baca;rumah
tangga). Entah kenapa kalo sudah bicara tentang masakan rasanya keinginan untuk
“berperang “ di dapur begitu menggebu :-D. Cz Udah lama banget gak
masak, hbis di tempat kost yang sekarang dapurnya berhadapan sama toilet jdi
agak malas mo masak. Kebayangkan kalo seandainya lagi masak, tiba-tiba teman sesama penghuni kostan pake
toilet untuk pupss , uuuuuhhhhh.....jadi bercampur dey aroma nya
#MualberasaMoMuntah !! . ihhhhhhhh gak mau ngebayangin ah :-D.
Dan
tadi ada hal unik di kantor, kenapa saya bilang unik ? sebab, biasanya yang
senang ngomongin masakan itu kan para cewek. Nah, ini di kantor malah temen2 cowok yang sibuk
bnget ngomongin resep buat Capcay. Al hasil saya pun ikut nimbrung dan gak mau
ketinggalan, ya seperti yang saya katakan tdi di atas, saya paling excited kalo ngomongin
masalah masakan.. rasanya rugi dey kalo gak ikutan. :D hehe
Dulu
waktu masih di rumah sendiri (di kampung), memasak adalah tugas saya. Berhubung
adik saya gak suka masak jadi kami berdua
bagi-bagi tugas. Kalo urusan
dapur, seperti masak, cuci piring pokoknya apapun yang berkaitan dengan masak
dan dapur itu menjadi tugas saya. Adik saya tugasnya beres2 rumah. Bahkan dulu
waktu pertama kali kebatam dan sempat tinggal di rumah kakak, sayalah yang
selalu menawarkan diri untuk mengambil alih tugas memasak, dan kakak saya pun
dengan senang hati memberikan lampu hijau kepada saya J hihiihi.
Tapi
sekarang udah lama banget gak masak, jadi kangen :-(. Apalagi temen2 dikantor
barusan ngomongin tentang menu masakan dan mereka bilang akan langsung
mempraktekannya dirumah sepulang kerja nanti. enaknya..... pasti bakalan seru
tuh #Jadi ngiri :-(
But,
must calm and Be Patient #menghiburDiriSendiri :-D
Terlepas
dari semua itu, insyaAllah kesempatan
itu masih ada. Jika kelak nanti udah punya misua semoga bisa sering merealisasikan
kerinduan yang menggebu untuk memasak.
#Lebay.com :-D
Didepan
kompi kantor,
menunggu detik-detik jam pulang kerja.
Wednesday
at 15.45 Pm
Love,
Kushi
Langit
Senin, 23 April 2012
Harus Bangga Menjadi Pribadi yang SABAR !!!
“ Jangan
sedih sesungguhnya Allah beserta kita....
“
Itulah sebaris kalimat yang Rasulullah
Saw katakan kepada sahabat Abu Bakar Ra ketika mereka dikejar oleh musuh waktu akan melaksanakan hijrah dari mekkah ke madinah
dan sehingga mereka bersembunyi di gua di bukit tsur, yang pada akhirnya Rasulullah Saw dan Abu Bakar Ra diselamatkan oleh Allah Swt dari
kejaran musuh tsb. Sesaat setelah itu karena Rasulullah Saw begitu
kelelahan karna pengejaran musuh tadi membuatnya tertidur di pangkuan Abu Bakar Ra, setelah beberapa lama..tiba2 kaki Abu Bakar tersengat
oleh kalajengking, yang membuat Abu bakar begitu
kesakitan tetapi karna Rasullullah saw sedang
tidur dipangkuannya maka Abu Bakar Ra pun
tidak bergerak sedikitpun. walaupun harus menahan rasa sakit akibat dari
gigitan kalajengking tadi, bahkan waktu itu Abu Bakar Ra sampai
mengeluarkan air mata demi menahan rasa sakitnya. tapi dia tidak akan bergeming
sedikitpun karena ia takut Rasul Saw akan terbangun dari tidurnya. Subhanallah…..
Suatu pengorbanan seorang sahabat yang patut kita acungkan jempol.
kejadian itu, seolah memberi kita
pelajaran(terutama untuk saya pribadi) bahwa apapun masalah yang kita hadapi
selagi kita bertawakkal kepada Allah, maka Allah selalu bersama kita.
Kisah di atas juga digambarkan
Allah Swt lewat firmanNya : “Jikalau kamu tidak
menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika
orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia
salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia
berkata kepada temannya: "Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah
beserta kita." Maka Allah menurunkan keterangan-Nya kepada (Muhammad) dan
membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Al-Quran menjadikan
orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi.
Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (QS. At-Taubah : 40)
Dan kejadian yang saya alami dua
minggu yang lalu, rasanya sudah membuktikan kebenaran perkataan Rasulullah saw
di atas (jangan sedih, sesungguhnya Allah beserta kita, Red) . Awalnya saya
sempat sedih dan bertanya kenapa hal itu terjadi terhadap saya? Namun saya
berpikir bahwa tidak ada pilihan lain, selain berdo’a kepada Allah Swt dan
bersabar untuk menerima semua itu. Alhamdulillah
“jalan keluar itu” akhirnya Allah
tunjukkan.
Ketika memiiki masalah ataupun
ujian hidup, serahkan semua urusan
kepada Allah, maka Allah pasti akan memberi jalan keluarnya. Dan hal itu sudah
saya buktikan.:-D
Selain sudah berdo’a kita juga
harus sabar , sabar akan ujian yang menimpa dan sabar akan di ijabahnya do’a
kita. Karna sesungguhnya ketika kita sedang berada dalam kondisi Sabar, Allah
justru sedang dekat dengan kita.
Saya teringat ketika menghadiri salah satu
majlis ilmu, seorang ustadz berkata : “ banyak orang yang bangga jika dia dapat
kenal atau berfoto dengan orang terkenal, contoh ; presiden, walikota, atau
artis. Namun dia justru tidak pernah merasa bangga ketika sedang diberikan
ujian oleh Allah lalu bersabar padahal Allah berkata dalam firmanNya : “sesungguhnya
Allah beserta orang yang sabar”. (QS. Al – Baqarah : 153 )
Kalo dipikir-pikir memang benar apa
yang dikatakan oleh ustadz tsb, bagaimana kita tidak merasa bangga didekati
dengan Allah ??, Allah... Dia lah pemilik Alam semesta ini, termasuk pak
presiden, pak walikota bahkan artis sekalipun adalah milikNya.
Untuk sahabat diluar sana, banggalah
menjadi pribadi yang Sabar. Karna Allah akan mendekat kepada kita. Kalau Allah
sudah mendekat, hidup ini akan terasa jauh lebih Indah. insyaAllah.:-)
Yakinlah... pasti akan ada hikmah
disetiap kejadian yang kita alami. Maka bersabar dan berbanggalah !!!
Tulisan ini bukan untuk
menasehati apalagi menggurui teman-teman,
sekedar untuk mengingatkan diri saya pribadi yang terkadang masih sering mengeluh jika ada masalah yang
menghampiri. Alhamdulillah dengan ada
nya penjelasan dari ustadz tsb telah membukakan “mata hati saya” akan indahnya
menjadi pribadi yang sabar. :-)
Selasa, 20 Maret 2012
No Ideas...
Pengen berbagi tulisan yang sekira nya bisa bermanfaat,
biar bisa jadi ladang amal hehee. Tapi apalah daya otak ini lagi benar – benar buntu untuk berpikir.... hufffftttt.
Mungkin sedikit berbagi cerita aja nie,...
Alhamdulillah mama sekarang ada di batam J,..
dan mba silvi (teman sekantor) sudah kembali aktif bekerja lagi setelah tiga
bulan cuti melahirkan. dengan begitu, kerjaan saya pun kembali single job lagi
yang sebelumnya double job. So gak pusing-pusing lagi kalo akhir bulan urusin
gaji karyawan , bayar tagihan, buat
laporan ini dan itu. Pokok’e sikkkk asikkkkk *AyuTingTingKale :- D hehehe
kegiatan tilawah dan muraja’ah di kantor Alhamdulillah
bacaan tajwid saya sudah ada peningkatan ke arah yang lebih baik dari hari ke
hari. Ini bukan narcis lho, melainkan murni pendapat sang Murobbi (ustadz
Maktub ,satu2nya teman sekantor yang
alumni Ponpes) . ya meski kadang - kadang suka ada kesalahan juga siy . tapi harap
dimaklumlah , coz manusia kan tidak ada
yang sempurna.... *Ngeles :-D hihihi
di liqo setiap minggunya sudah mulai menyetor hapalan
satu surat Al- Qur’an, Alhamdulillah.. jadi termotivasi untuk menghafal Al-Qur’an.
Bismillah.... mudah-mudahaan bisa!
Aamiin Allahumma aamiinJ
Hidup memang meyenangkan jika disibukkan dengan sesuatu
yang bermanfaat J,
karna jika tidak, bisa-bisa kita malah terjerumus ke dalam hal yang bisa
merugikan diri kita sendiri... Na’udzubillah. Seperti apa yang pernah di
katakan oleh Imam As Syafi'i :
Nafsu mu... bila engkau tidak menyibukkannya dengan kebenaran (sesuatu yang bermanfaat), maka dialah yang akan menyibukkanmu dengan kebathilan (sesuatu yang tidak bermanfaat).
Sooo ... yuk kita isi hari-hari kita dengan kegiatan yang bermanfaat :)
Nafsu mu... bila engkau tidak menyibukkannya dengan kebenaran (sesuatu yang bermanfaat), maka dialah yang akan menyibukkanmu dengan kebathilan (sesuatu yang tidak bermanfaat).
Sooo ... yuk kita isi hari-hari kita dengan kegiatan yang bermanfaat :)
Mungkin sekian dulu dey ceritanya, coz admin benar-benar sedang no ideas nie... insyaAllah next time semoga bisa sharing tulisan yang bermanfaat. Aamiin.
Wassalam ^_^
Jumat, 09 Maret 2012
QS.Al-Baqarah : 102
Alhamdulillah , malam
rabu kemarin saya berkesempatan mengikuti kajian tafsir Al - Qur’an kitab
tafsir Jalalain karangan Imam Jalaluddin Al-Mahalliy dan Imam
Jalaluddin As-Suyuthi. Pengajian
mingguan yang di adakan setiap hari selasa malam rabu di Masjid Darul Ikhwan,
Bengkong Indah. Pengajian tsb di isi oleh Al Ustadz Lukman Rifai’i. Dan pada kesempatan malam itu surah yang di
baca adalah surah Al – Baqarah : 102 ( tentang tuduhan orang yahudi terhadap
Nabi Sulaiman As sebagai Ahli Sihir).
“ Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh
syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa
Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak
mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir).
Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua
orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak
mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan:
"Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu
kafir". Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan
sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat
dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka
mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi
manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang
menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di
akhirat,
dan amat jahatlah perbuatan
mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.
Hmmm.... ayat nya cukup panjang ya’ sebelum kita
berbicara lebih jauh tentang ayat ini, yuk sama2 kita lihat Asbabul nuzul (sebab turunnya
ayat) ini :
Dalam suatu
riwayat dikemukakan bahwa kaum Yahudi berkata: "Lihatlah Muhammad yang mencampur-baurkan antara haq dengan
bathil, yaitu menerangkan Sulaiman (Nabi) digolongkan pada kelompok
nabi-nabi, padahal ia seorang ahli sihir yang mengendarai angin." Maka
Allah menurunkan ayat tersebut di atas (QS.Al-Baqarah : 102) yang menegaskan bahwa kaum Yahudi lebih mempercayai syaitan
daripada iman kepada Allah SWT.
(Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Syahr bin Hausyab.) Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa kaum Yahudi bertanya kepada Nabi SAW beberapa kali tentang beberapa hal dalam Taurat. Semua pertanyaan mengenai isi Taurat, dijawab oleh Allah dengan menurunkan ayat. Ketika itu mereka menganggap bahwa ayat tersebut dirasakan sebagai bantahan terhadap mereka. Mereka berkata dengan sesamanya: "Orang ini lebih mengetahui daripada kita tentang apa yang diturunkan kepada kita." Di antara masalah yang ditanyakan kepada Nabi SAW ialah tentang sihir. Dan mereka berbantah-bantahanlah dengan Rasulullah tentang hal itu. Maka Allah menurunkan ayat ini (QS.Al-Baqarah : 102) berkenaan dengan peristiwa tersebut. (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Abil-'Aliah.)
dan sekarang kita lihat tafsirnya :
|
(Dan mereka mengikuti) diathafkan
pada 'nabadza' (apa yang dibaca)
dulu (oleh setan-setan pada) masa (kerajaan Sulaiman) berupa buku-buku
sihir yang mereka pendam di bawah singgasananya ketika kerajaannya runtuh.
Atau mungkin juga setan-setan itu mencari dengar lalu mencampurkan ke
buku-buku itu kebohongan-kebohongan dan memberikannya kepada tukang-tukang
tenung yang membukukannya sehingga tersebar berita bahwa jin mengajarkan
hal-hal gaib. Sulaiman pun mengumpulkan buku-buku itu lalu menguburkannya.
Tatkala ia mangkat, setan-setan pun menunjukkannya kepada manusia dan ketika
mereka bongkar ternyata di dalamnya ada ilmu sihir. Kata mereka,
"Kerajaan kamu berdirinya adalah dengan ini!" Lalu mereka pelajari
ilmu sihir itu dan mereka tolak buku-buku nabi-nabi mereka. Ketika
orang-orang Yahudi mengatakan, "Lihat itu Muhammad, disebutkannya
Sulaiman itu seorang nabi, padahal ia tidak lebih dari seorang tukang
sihir", maka Allah pun berfirman untuk membuktikan kebenaran Sulaiman
dan menyangkal orang-orang Yahudi itu, (padahal
Sulaiman tidaklah kafir) maksudnya ia tidak melakukan sihir, sebab sihir
adalah perbuatan kafir (hanya) ada yang membaca 'lakinna' dan ada yang
membaca 'lakin' (setan-setanlah yang
kafir. Mereka mengajarkan sihir kepada manusia). Kalimat ini menjadi hal
bagi kata ganti yang terdapat pada 'kafaruu' (dan) mengajarkan pula kepada mereka (apa yang diturunkan kepada dua malaikat) artinya ilmu sihir yang
diilhamkan kepada mereka. Ada pula yang membaca 'al-malikain' dengan lam
berbaris bawah sehingga berarti dua orang raja, yaitu yang berada (di Babillonia) suatu negeri di tanah
subur Irak. (Harut dan Marut) merupakan 'badal' atau nama dan
kata ganti dari kedua malaikat itu, atau athaf bayan, artinya hubungan yang
memberi penjelasan. Menurut Ibnu Abbas, kedua mereka itu adalah tukang sihir
yang mengajarkan ilmu sihir dan ada pula yang mengatakan bahwa mereka adalah
dua orang malaikat yang sengaja diturunkan Allah untuk menyebarkannya sebagai
ujian dari Allah terhadap umat manusia. (Sedangkan
keduanya tidaklah mengajarkan kepada) 'min' merupakan tambahan (seorang pun sebelum mengatakan) atau
menyampaikan nasihat lebih dahulu ("Sesungguhnya
kami ini hanya cobaan) ujian dari Allah terhadap manusia dengan
mengajarkannya, siapa yang mempelajarinya, ia jatuh kafir dan siapa yang
meninggalkannya ia mukmin, (sebab itu
janganlah kamu kafir!") Jika ia masih mendesak untuk mempelajarinya
barulah mereka mengajarkannya. (Maka
mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dapat menceraikan antara
seorang laki-laki dengan istrinya) misalnya dengan membangkitkan marah
dan kebencian satu pihak terhadap lainnya. (Dan tidaklah mereka) yakni ahli-ahli sihir itu (dapat memberi mudarat dengannya)
maksudnya dengan ilmu sihir itu (dari)
'min' di sini hanya sebagai tambahan (kepada
seorang pun kecuali dengan izin Allah) atau kehendak-Nya (Dan mereka pelajari apa yang memberi
mudarat kepada mereka), yakni di akhirat (dan yang tidak memberi manfaat) yakni sihir. (Dan sesungguhnya) 'lam' menunjukkan
sumpah (mereka sebenarnya tahu)
yakni orang-orang Yahudi itu sebenarnya yakin (bahwa barang siapa) 'lam' merupakan lam ibtida yang
menghubungkan dengan kalimat sebelumnya, sedangkan 'man' isim maushul (yang menukarnya) atau menggantinya (sihir) dengan Kitabullah, (tiadalah baginya bagian di akhirat)
atau keberuntungan dalam surga, (dan
amat buruklah sesuatu) maksudnya perbuatan mereka (menjual) menukarkan (diri
mereka dengannya) yakni menjual kebahagiaannya di akhirat dengan
mempelajari sihir karena telah pasti akan menjerumuskan mereka ke dalam neraka,
(seandainya mereka menyadarinya)
jika mereka benar-benar tahu atau menyadari hakikat siksaan yang akan mereka
jalani di akhirat kelak, niscaya mereka tidak mau mempelajarinya.
Hikmah yang dapat di ambil :
Dan berikut ini ada beberapa tips (yang merupakan sunnah Rasulullah) untuk
menangkal ilmu sihir :
مَنْ تَصَبَّحَ كُلَّ يَوْمٍ سَبْعَ تَمَرَاتٍ عَجْوَةً لَمْ يَضُرَّهُ فِي ذَلِكَ الْيَوْمِ سُمٌّ وَلَا سِحْرٌ
"Barangsiapa yang makan tujuh butir kurma ‘ajwah pada setiap pagi, maka racun dan sihir tidak akan mampu membahayakannya pada hari itu".
Imam
Bukhari meriwayatkan dari Aisyah r.a, bahwa ia pernah mendengar Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
“Dalam Habbatussauda’
terkandung kesembuhan untuk segala penyakit, kecuali as-sam.’ Aku bertanya,
‘Apa as-sam itu?’ Beliau menjawab,’Kematian’”.
|
semoga sharing tentang
ayat di atas bisa bermanfaat untuk kita
semua, dan semoga Allah selalu menjaga kita dari kejahatan ilmu sihir, baik
yang tampak maupun tidak. Aamiin Allhumma aamiin J
*** hanya untuk mengingatkan diri yang masih dan terus
berada dalam proses pembelajaran.
Referensi
:
-
Al-Qur’anul karim
-
Tafsir Jalalain versi E-Book
-
Tausiyah Al Ustadz Lukman Rifa’i
-
Browsing di mbah Google :-D
NB :
Bagi yang berminat untuk mengikuti pengajian tafsir Qur’an kitab jalalain, ini jadwalnya sob :
Bagi yang berminat untuk mengikuti pengajian tafsir Qur’an kitab jalalain, ini jadwalnya sob :
-
Setiap hari
senin ba’da Ashar di Masjid Raya, Batam centre
-
Setiap hari
sabtu pagi (jam 9) di Masjid Baitus
syakur, Jodoh
-
Setiap selasa
malam rabu (ba’da maghrib) di Masjid Darul Ikhwan, Bengkong Indah.
Note : Jadwal di atas hanya untuk daerah Batam saja J
Wasallam ^_^
Jumat, 24 Februari 2012
CINTA DAN JODOH
Jika tiada cinta, dunia akan membeku.
(Jalaluddin Rumi)
Apabila cinta ada
dihati yang satu, pasti juga cinta ada dihati yang lain, karena tangan yang
satu tak akan bisa bertepuk tanpa tangan yang lain. (Jalaluddin Rumi)
Manisnya senyum hanya
bisa diketahui oleh orang-orang yang mencintai dengan hati. (Habiburrahman
El-shirazy)
Hal paling sinting yang
mungkin dilakukan umat manusia dimuka bumi ini sebagian besar berasal muasal
dari ”cinta”. (Andrea Hirata)
Cinta adalah akar dari
segala kebaikan dan keutamaan Hidup manusia. (A.Syafii Maarif)
Kalau hati telah cinta,
yang berat rasanya jadi ringan, pendakian dirasa tanah latar saja, kesusahan
dijadikan suatu bingkisan kasih kepada si jantung hati. Patutlah ada
orang-orang ahli tasawuf yang jatuh pingsan ketika mendengar nama kekasihnya
disebut orang yaitu ”Allah”. (Buya Hamka)
Cinta adalah tiang
sendi segenap keutamaan di dunia ini, kalau tidak ada cinta niscaya kiamatlah
dunia.(Buya Hamka)
Sayang dan benci
janganlah dijadikan ukuran sebab rasa sayang menutupi mata melihat cacat dan
keburukan sehingga yang tampak hanya bagusnya saja. Rasa benci menutupi mata
dari melihat segala kebaikan, yang tampak hanya cacat dan buruknya saja. Maka
dari itu perasaan janganlah mengalahkan akal.( Buya Hamka)
Apabila cinta kepada
Allah itu sudah sempurna, maka tidak ada sesuatu kesenangan yang dapat melebihi
kesenangan dalam melakukan ibadah. (Imam Al – Ghazali)
Cinta yang sejati
adalah cinta di antara dua hamba Allah yang dipaterikan oleh cinta kepada
Allah. Janganlah kita berkhayal kerana iblis suka meracuni jiwa yang
lalai.(Buya Hamka)
Menikah itu menjanjikan pahala yang tiada putus-putus bagi yang menjadikannya gelanggang untuk mengukuhkan iman, mencintai Allah dan menjadikan surga sebagai tujuan.(Anonymous)
Menikah itu penutup
dari ketidaksempurnaan insan kepada kesempurnaan insan lainnya bagi yang
mengetahui rahasia-rahasianya.(Anonymous)
Menikahlah anda demi
Allah dan Rasul-Nya, bukan menikah karena perasaan dan menuruti
kebiasaan.(Anonymous)
Jodoh tak perlu terlalu
dirisaukan, tiba masanya ia akan datang menjemput, namun anda juga perlu
membuka lorong-lorongnya agar jemputan itu mudah sampai dan tidak
terhalang.(Anonymous)
Berbicara tentang cinta dan jodoh memang selalu menarik untuk dibahas, terutama buat kita-kita yang masih belum kunjung memiliki pasangan hidup alias menJOMBLO :-D . dan di tulisan kali ini saya ingin berbagi kepada teman-teman tentang CINTA + JODOH :-)
CINTA yang perlu ada
pada perkiraan saya, setelah mencintai Allah dan Rasul_Nya, kedua orang tua,
keluarga serta diri sendiri. Lantas terhadap siapa lagi kah cinta itu ??
Yups... Cinta terhadap
seorang manusia yang biasa disebut pria.(yang kelak akan menjadi jodoh kita)
Umur yang semakin berkurang dengan “angka” yang kian bertambah meninggalkan alam remaja dan sekarang berada dalam fase kedewasaan. Membuat saya berfikir tentang urusan jodoh. Seringkali persoalan itu ditanyakan oleh teman-teman terhadap saya.
“Gak punya pacar ya ?”
“Gak mungkinlah gak ada
yang mau dengan cewek seperti kamu?”
“Mungkin kamu yang
terlalu jual mahal kali?”
“Berdandan sedikit,
biar cantik. Nanti pasti ada yang mau..”
“Aku sudah nikah, kamu
kapan?”
Hufff... ingin melayani
satu persatu pertanyaan mereka memang tidak bisa terjawab, tapi paling tidak
saya katakan :
“belum ada calon dan
mungkin belum jodoh juga !!!”
Membahas masalah Cinta
memang tidak akan pernah ada habisnya. namun kita perlu memaknai cinta itu
secara benar menurut pandangan Islam.
Cinta dalam pandangan
Islam adalah suatu hal yang sakral. Islam adalah agama fitrah, sedang cinta itu
sendiri adalah fitrah kemanusiaan. Allah telah menanamkan perasaan cinta yang
tumbuh di hati manusia. Islam tidak pula melarang seseorang untuk dicintai dan
mencintai, bahkan Rasulullah menganjurkan agar cinta tersebut di utarakan.
Apabila
seseorang mencintai saudaranya maka hendaklah ia memberitahu bahwa ia
mencintainya. (HR. Abu Daud
dan At-Tirmidzy).
Seorang muslim dan
muslimah tidak dilarang untuk saling mencintai, bahkan dianjurkan agar mendapat
keutamaan-keutamaan. Islam tidak membelenggu cinta, karena itu Islam
menyediakan penyaluran untuk itu (misalnya lembaga pernikahan) dimana sepasang
manusia diberikan kebebasan untuk bercinta.
Dan di antara
tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari
jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan
dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian
itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir (QS. Ar-Ruum: 21)
Ayat di atas merupakan
jaminan bahwa cinta dan kasih sayang akan Allah tumbuhkan dalam hati pasangan
yang bersatu karena Allah (setelah menikah). Jadi tak perlu menunggu jatuh
cinta dulu baru berani menikah, atau pacaran dulu baru menikah sehingga yang
menyatukan adalah si syetan durjana (naudzubillahi min zalik). Jadi Islam jelas
memberikan batasan-batasan, sehingga nantinya tidak timbul fenomena kerusakan
pergaulan di masyarakat.
Dalam Islam ada
peringkat-peringkat cinta, siapa yang harus didahulukan/ diutamakan dan
siapa/apa yang harus diakhirkan. Tidak boleh kita menyetarakan semuanya.
Dan di antara
manusia ada orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; Mereka
mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang beriman
amat sangat cintanya kepada Allah (QS. Al-Baqarah: 165)
Menurut Syaikh Ibnul Qayyim, seorang ulama di abad ke-7, ada enam peringkat cinta (maratibul-mahabah), yaitu:
1. Peringkat ke-1 dan
yang paling tinggi/paling agung adalah tatayyum, yang merupakan hak Allah
semata.
...sesungguhnya
sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta
alam (QS. Al- An’aam : 162).
...adapun orang-orang beriman amat sangat
cintanya kepada Allah (QS. Al-Baqarah : 165)
Jadi ungkapan-ungkapan
seperti: Kau selalu di hatiku, bersemi di dalam qalbu atau Kusebutkan namamu di
setiap detak jantungku, Cintaku hanya untukmu, dll selayaknya ditujukan kepada
Allah. Karena Dialah yang memberikan kita segala nikmat/kebaikan sejak kita
dilahirkan, bahkan sejak dalam rahim ibu.
Jangan terbalik, baru
dikasih secuil cinta sama si do’i kita sudah mau menyerahkan jiwa raga
kepadanya yang merupakan hak Allah. Lupa kepada Pemberi Nikmat.
Maka nikmat
Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. Ar-Rahman : 13)
2. Peringkat ke-2; isyk
yang hanya merupakan hak Rasulullah saw.
Cinta yang melahirkan
sikap hormat, patuh, ingin selalu membelanya, ingin mengikutinya, mencontohnya,
dll, namun bukan untuk menghambakan diri kepadanya.
Katakanlah (kepada mereka hai Muhammad) "Jika kamu (benar-benar)
mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni
dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.. (QS. Ali Imran: 31)
3. Peringkat ke-3;
syauq yaitu cinta antara mukmin dengan mukmin lainnya. Antara suami istri,
anatar orang tua dan anak, yang membuahkan rasa mawaddah wa rahmah.
Dan di antara
tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari
jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan
dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian
itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir (QS. Ar-Ruum: 21)
4. Peringkat ke-4;
shababah yaitu cinta sesama muslim yang melahirkan ukhuwah Islamiyah.
5. Peringkat ke-5; ithf
(simpati) yang ditujukan kepada sesama manusia. Rasa simpati ini melahirkan
kecenderungan untuk menyelamatkan manusia, berdakwah, dll.
6. Peringkat ke-6
adalah cinta yang paling rendah dan sederhana, yaitu cinta/keinginan kepada selain
manusia: harta benda. Namun keinginan ini sebatas intifa
(pendayagunaan/pemanfaatan).
terkadang saya suka
heran sendiri ketika mendengar cerita dari seorang teman yang dengan bangga
mengatakan bahwa sekarang dia sudah memiliki pacar yang sangat mencintainya,
kemana2 dia ada yang mengantar, bisa nonton film bareng, pulang kerja ada yang
jemput, makan malam bersama pacar, pokoknya banyak hal-hal indah yang bisa dia
lewati bersama pacarnya. Perkara yang menurut saya tidak wajar dilakukan,
apalagi pasangan itu belum mempunyai ikatan yang sah dan halal di “mata” Islam.
Suatu hubungan yang
dijalin tanpa ada tujuan yang jelas, bukanlah suatu hubungan yang
bersungguh-sungguh, melainkan hubungan terang-terangan yang berlandaskan nafsu
semata.
mengagumi seseorang itu
wajar, apalagi seseorang yang pada perkiraan kita dapat melengkapi
kekurangan yang ada pada diri kita. Tentu saja kita ingin mencari seorang
suami yang sholeh, smart, mudah tersenyum, tegas dalam kelembutan,lucu dan bisa
membuat kita gembira. Dan yang paling penting adalah dia bisa bertanggung jawab
terhadap Rabb nya ( menjaga sholat + ibadah) dan juga keluarganya.
Namun, kekaguman itu
ada batasan nya. Kita harus bisa menempatkan perasaan dan hati kita pada tempat
yang tepat, selagi belum mencapai Mitsaqon Gholizoh.
Pernah ada seorang pria
yang melamar saya, namun lamaran nya saya tolak dengan lembut atas alasan yang
menurut saya tidak perlu untuk di ungkap disini.
Sekali lagi saya
katakan, ini hanya soal Jodoh. Allah mungkin punya rencana yang lebih menarik
untuk saya. Terserah pada saya, apakah mau mengambil hikmah yang tersembunyi
dibalik pengalaman itu atau membiarkan diri ini bertanya, kenapa kesudahannya
begini dan begitu ??
Dan Alhamdulillah...
kini pria itu sudah memiliki seorang istri :-)
Sedikit sedih, kenapa
sampai saat ini saya belum menikah? Namun, saya bisikkan pada hati ini agar
ridho dengan ketentuan Allah. Setiap hari saya belajar dari banyak hal dan pada
setiap kejadiannya ada hikmah yang bisa di ambil. benar, usia yang semakin
bertambah membuat diri ini cemas juga karna masih belum dipertemukan jodoh.
“Seorang Muslim yang
taat tidak akan pernah merasa kesepian, karna dia tau Allah lebih dekat dari
urat nadinya sendiri”.... quotes yang saya dapat ketika menonton
sebuah film. #penyemangatDiri :-)
Suatu hari, ketika
sedang berkumpul dengan teman-teman lama. Ada seorang teman yang
bertanya,”Sudah punya pacar belum?”suatu pertanyaan yang saya fikir agak lucu
untuk di tanya. Saya hanya menjawab dengan senyuman dan menggeleng.
Dia lalu berkata, “mau
gak di kenalin dengan cowok?” saya hanya senyum mendengar ucapannya. Lantas dia
berkata lagi, “PeDe KaTe saja dulu, nanti klo cocok ya di lanjut jadi
pacar”.... sontak saya kaget!!! Maksudnya, Pacaran pra nikah gitu? Ooww tidak
bisa :-P. Saya tau, sebenarnya teman saya itu berniat baik, tapi mungkin cara
nya itu yang salah.
Saya tidak mengatakan
bahwa saya ini tidak pernah berbuat dosa, tapi saya berusaha untuk memperbaiki
diri dan coba menghindari diri dari ketergelinciran ke arah itu.
untuk teman-teman di
luar sana yang jodoh nya belum kunjung datang :
Jangan cemas dan
kwatir, kamu tidak perlu merendahkan diri untuk meraih cinta seorang lelaki.
Ketahuilah manis dan cantiknya seorang perempuan itu terletak pada taqwanya
terhadap Allah, hatinya yang senantiasa tunduk malu terhadap hal-hal yang tidak
pantas.
Ingat, jika ada lelaki
yang menyatakan dia menyukaimu, tanyakan kembali padanya apa yang dia inginkan
darimu. Jika dia hanya ingin bersenang-senang dan berpacaran denganmu, maka
jauhkanlah dirimu darinya.
Namun, jika dia
benar-benar serius dan ingin mengikat tali pernikahan,faham dan mengamalkan
Al-Qur’an dan As- Sunnah,akhlaknya santun dan tawadhu,punya kedudukan keuangan
yang memadai,tidak merokok, menyamankan dan mendamaikan dirimu. Maka,
pertimbangkanlah permintaannya untuk menjadikan dirimu sebagai permaisuri
hidupnya.
Bercerita tentang
jodoh... memang, itu adalah rahasia Allah yang sangat sulit di jangkau
dalam keterbatasan pengetahuan manusia.
Walaupun itu rahasia
Allah, namun kita tidak di anjurkan untuk hanya sekedar diam dan menanti jodoh
datang. Pro aktif itu perlu. Carilah jodoh dengan cara yang di ridhoi dalam
islam dengan begitu hubungan kamu dengan dia juga akan di ridhoi Allah,
InsyaAllah.
Sekedar berbagi rasa
dengan teman-teman tentang urusan jodoh saya yang masih samar :-D heheee.
Berharap, semoga Allah membantu saya dalam urusan yang berhubungan dengannya
serta menjauhkan saya dari berbuat maksiat hati maupun perilaku maksiat yang
terang-terangan. Aamiin Allahumma aamiin.
Jika suatu saat nanti
Allah mengirimkan seorang pendamping hidup untuk meraih cinta yang lebih besar
yaitu cinta Ilahi, maka saya Ridho.
Saya tidak mengatakan
ikhlas menerimanya karna ikhlas itu hanya Allah yang bisa menilai.
Buat teman-teman yang
mungkin sedang mencari atau telah mendapatkan jodoh, saya do'akan semoga kalian
benar-benar mendapatkan jodoh yang sebagaimana kalian impikan.
Ketahuilah, bahwa Allah
memberikan yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan.
....Boleh jadi
kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu
menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak
mengetahui(QS. Al –
Baqarah : 216)
Sekali lagi,
Cinta yang sejati
adalah cinta di antara dua hamba Allah yang dipaterikan oleh cinta kepada
Allah. Janganlah kita berkhayal kerana iblis suka meracuni jiwa yang lalai.
(Buya Hamka)
GaNbatte TomodaChi!!!
Wassalam ^_^
*dari berbagai sumber*
Langganan:
Postingan (Atom)


