Jumat, 24 Februari 2012

CINTA DAN JODOH





Jika tiada cinta, dunia akan membeku. (Jalaluddin Rumi)

Apabila cinta ada dihati yang satu, pasti juga cinta ada dihati yang lain, karena tangan yang satu tak akan bisa bertepuk tanpa tangan yang lain. (Jalaluddin Rumi)

Manisnya senyum hanya bisa diketahui oleh orang-orang yang mencintai dengan hati. (Habiburrahman El-shirazy)

Hal paling sinting yang mungkin dilakukan umat manusia dimuka bumi ini sebagian besar berasal muasal dari ”cinta”. (Andrea Hirata)

Cinta adalah akar dari segala kebaikan dan keutamaan Hidup manusia. (A.Syafii Maarif)

Kalau hati telah cinta, yang berat rasanya jadi ringan, pendakian dirasa tanah latar saja, kesusahan dijadikan suatu bingkisan kasih kepada si jantung hati. Patutlah ada orang-orang ahli tasawuf yang jatuh pingsan ketika mendengar nama kekasihnya disebut orang yaitu ”Allah”. (Buya Hamka)

Cinta adalah tiang sendi segenap keutamaan di dunia ini, kalau tidak ada cinta niscaya kiamatlah dunia.(Buya Hamka)

Sayang dan benci janganlah dijadikan ukuran sebab rasa sayang menutupi mata melihat cacat dan keburukan sehingga yang tampak hanya bagusnya saja. Rasa benci menutupi mata dari melihat segala kebaikan, yang tampak hanya cacat dan buruknya saja. Maka dari itu perasaan janganlah mengalahkan akal.( Buya Hamka)

Apabila cinta kepada Allah itu sudah sempurna, maka tidak ada sesuatu kesenangan yang dapat melebihi kesenangan dalam melakukan ibadah. (Imam Al – Ghazali)

Cinta yang sejati adalah cinta di antara dua hamba Allah yang dipaterikan oleh cinta kepada Allah. Janganlah kita berkhayal kerana iblis suka meracuni jiwa yang lalai.(Buya Hamka)


Menikah itu menjanjikan pahala yang tiada putus-putus bagi yang menjadikannya gelanggang untuk mengukuhkan iman, mencintai Allah dan menjadikan surga sebagai tujuan.(Anonymous)

Menikah itu penutup dari ketidaksempurnaan insan kepada kesempurnaan insan lainnya bagi yang mengetahui rahasia-rahasianya.(Anonymous)

Menikahlah anda demi Allah dan Rasul-Nya, bukan menikah karena perasaan dan menuruti kebiasaan.(Anonymous)

Jodoh tak perlu terlalu dirisaukan, tiba masanya ia akan datang menjemput, namun anda juga perlu membuka lorong-lorongnya agar jemputan itu mudah sampai dan tidak terhalang.(Anonymous)





Berbicara tentang cinta dan jodoh memang selalu menarik untuk dibahas, terutama buat kita-kita yang masih belum kunjung memiliki pasangan hidup alias menJOMBLO :-D . dan di tulisan kali ini saya ingin berbagi kepada teman-teman tentang  CINTA + JODOH :-)

CINTA yang perlu ada pada perkiraan saya, setelah mencintai Allah dan Rasul_Nya, kedua orang tua, keluarga serta diri sendiri. Lantas terhadap siapa  lagi kah cinta itu ??

Yups... Cinta terhadap seorang manusia yang biasa disebut pria.(yang kelak akan menjadi jodoh kita)


Umur yang semakin berkurang dengan “angka” yang kian bertambah meninggalkan alam remaja dan sekarang berada dalam fase kedewasaan. Membuat saya berfikir tentang urusan jodoh. Seringkali persoalan itu ditanyakan oleh teman-teman terhadap saya.

“Gak punya pacar ya ?”

“Gak mungkinlah gak ada yang mau dengan cewek seperti kamu?”

“Mungkin kamu yang terlalu jual mahal kali?”

“Berdandan sedikit, biar cantik. Nanti pasti ada yang mau..”

“Aku sudah nikah, kamu kapan?”

Hufff... ingin melayani satu persatu pertanyaan mereka memang tidak bisa terjawab, tapi paling tidak saya katakan :

“belum ada calon dan mungkin belum jodoh juga !!!”

Membahas masalah Cinta memang tidak akan pernah ada habisnya. namun kita perlu memaknai cinta itu secara benar menurut pandangan Islam.

Cinta dalam pandangan Islam adalah suatu hal yang sakral. Islam adalah agama fitrah, sedang cinta itu sendiri adalah fitrah kemanusiaan. Allah telah menanamkan perasaan cinta yang tumbuh di hati manusia. Islam tidak pula melarang seseorang untuk dicintai dan mencintai, bahkan Rasulullah menganjurkan agar cinta tersebut di utarakan.

Apabila seseorang mencintai saudaranya maka hendaklah ia memberitahu bahwa ia mencintainya. (HR. Abu Daud dan At-Tirmidzy).

Seorang muslim dan muslimah tidak dilarang untuk saling mencintai, bahkan dianjurkan agar mendapat keutamaan-keutamaan. Islam tidak membelenggu cinta, karena itu Islam menyediakan penyaluran untuk itu (misalnya lembaga pernikahan) dimana sepasang manusia diberikan kebebasan untuk bercinta.

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir (QS. Ar-Ruum: 21)

Ayat di atas merupakan jaminan bahwa cinta dan kasih sayang akan Allah tumbuhkan dalam hati pasangan yang bersatu karena Allah (setelah menikah). Jadi tak perlu menunggu jatuh cinta dulu baru berani menikah, atau pacaran dulu baru menikah sehingga yang menyatukan adalah si syetan durjana (naudzubillahi min zalik). Jadi Islam jelas memberikan batasan-batasan, sehingga nantinya tidak timbul fenomena kerusakan pergaulan di masyarakat.

Dalam Islam ada peringkat-peringkat cinta, siapa yang harus didahulukan/ diutamakan dan siapa/apa yang harus diakhirkan. Tidak boleh kita menyetarakan semuanya.

Dan di antara manusia ada orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; Mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang beriman amat sangat cintanya kepada Allah (QS. Al-Baqarah: 165)




Menurut Syaikh Ibnul Qayyim, seorang ulama di abad ke-7, ada enam peringkat cinta (maratibul-mahabah), yaitu:

1. Peringkat ke-1 dan yang paling tinggi/paling agung adalah tatayyum, yang merupakan hak Allah semata.

...sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam (QS. Al- An’aam : 162).

...adapun orang-orang beriman amat sangat cintanya kepada Allah (QS. Al-Baqarah : 165)

Jadi ungkapan-ungkapan seperti: Kau selalu di hatiku, bersemi di dalam qalbu atau Kusebutkan namamu di setiap detak jantungku, Cintaku hanya untukmu, dll selayaknya ditujukan kepada Allah. Karena Dialah yang memberikan kita segala nikmat/kebaikan sejak kita dilahirkan, bahkan sejak dalam rahim ibu.

Jangan terbalik, baru dikasih secuil cinta sama si do’i kita sudah mau menyerahkan jiwa raga kepadanya yang merupakan hak Allah. Lupa kepada Pemberi Nikmat.

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. Ar-Rahman : 13)

2. Peringkat ke-2; isyk yang hanya merupakan hak Rasulullah saw.

Cinta yang melahirkan sikap hormat, patuh, ingin selalu membelanya, ingin mengikutinya, mencontohnya, dll, namun bukan untuk menghambakan diri kepadanya.

Katakanlah (kepada mereka hai Muhammad) "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.. (QS. Ali Imran: 31)

3. Peringkat ke-3; syauq yaitu cinta antara mukmin dengan mukmin lainnya. Antara suami istri, anatar orang tua dan anak, yang membuahkan rasa mawaddah wa rahmah.

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir (QS. Ar-Ruum: 21)

4. Peringkat ke-4; shababah yaitu cinta sesama muslim yang melahirkan ukhuwah Islamiyah.

5. Peringkat ke-5; ithf (simpati) yang ditujukan kepada sesama manusia. Rasa simpati ini melahirkan kecenderungan untuk menyelamatkan manusia, berdakwah, dll.

6. Peringkat ke-6 adalah cinta yang paling rendah dan sederhana, yaitu cinta/keinginan kepada selain manusia: harta benda. Namun keinginan ini sebatas intifa (pendayagunaan/pemanfaatan).


terkadang saya suka heran sendiri ketika mendengar cerita dari seorang teman yang dengan bangga mengatakan bahwa sekarang dia sudah memiliki pacar yang sangat mencintainya, kemana2 dia ada yang mengantar, bisa nonton film bareng, pulang kerja ada yang jemput, makan malam bersama pacar, pokoknya banyak hal-hal indah yang bisa dia lewati bersama pacarnya. Perkara yang menurut saya tidak wajar dilakukan, apalagi pasangan itu belum mempunyai ikatan yang sah dan halal di “mata” Islam.

Suatu hubungan yang dijalin tanpa ada tujuan yang jelas, bukanlah suatu hubungan yang bersungguh-sungguh, melainkan hubungan terang-terangan yang berlandaskan nafsu semata.

mengagumi seseorang itu wajar,  apalagi seseorang yang pada perkiraan kita dapat melengkapi kekurangan yang ada pada diri kita. Tentu saja kita ingin  mencari seorang suami yang sholeh, smart, mudah tersenyum, tegas dalam kelembutan,lucu dan bisa membuat kita gembira. Dan yang paling penting adalah dia bisa bertanggung jawab terhadap Rabb nya ( menjaga sholat + ibadah) dan juga keluarganya.

Namun, kekaguman itu ada batasan nya. Kita harus bisa menempatkan perasaan dan hati kita pada tempat yang tepat, selagi belum mencapai Mitsaqon Gholizoh.

Pernah ada seorang pria yang melamar saya, namun lamaran nya saya tolak dengan lembut atas alasan yang menurut saya tidak perlu untuk di ungkap disini.

Sekali lagi saya katakan, ini hanya soal Jodoh. Allah mungkin punya rencana yang lebih menarik untuk saya. Terserah pada saya, apakah mau mengambil hikmah yang tersembunyi dibalik pengalaman itu atau membiarkan diri ini bertanya, kenapa kesudahannya begini dan begitu ??

Dan Alhamdulillah... kini pria itu sudah memiliki seorang istri :-)

Sedikit sedih, kenapa sampai saat ini saya belum menikah? Namun, saya bisikkan pada hati ini agar ridho dengan ketentuan Allah. Setiap hari saya belajar dari banyak hal dan pada setiap kejadiannya ada hikmah yang bisa di ambil. benar, usia yang semakin bertambah membuat diri ini cemas juga karna masih belum dipertemukan jodoh.

 “Seorang Muslim yang taat tidak akan pernah merasa kesepian, karna dia tau Allah lebih dekat dari urat nadinya sendiri”.... quotes yang saya dapat ketika menonton sebuah film. #penyemangatDiri :-)

Suatu hari, ketika sedang berkumpul dengan teman-teman lama. Ada seorang teman yang bertanya,”Sudah punya pacar belum?”suatu pertanyaan yang saya fikir agak lucu untuk di tanya. Saya hanya menjawab dengan senyuman dan menggeleng.

Dia lalu berkata, “mau gak di kenalin dengan cowok?” saya hanya senyum mendengar ucapannya. Lantas dia berkata lagi, “PeDe KaTe saja dulu, nanti klo cocok ya di lanjut jadi pacar”.... sontak saya kaget!!! Maksudnya, Pacaran pra nikah gitu? Ooww tidak bisa :-P. Saya tau, sebenarnya teman saya itu berniat baik, tapi mungkin cara nya itu yang salah.

Saya tidak mengatakan bahwa saya ini tidak pernah berbuat dosa, tapi saya berusaha untuk memperbaiki diri dan coba menghindari diri dari ketergelinciran ke arah itu.

untuk teman-teman di luar sana yang jodoh nya belum kunjung datang :

Jangan cemas dan kwatir, kamu tidak perlu merendahkan diri untuk meraih cinta seorang lelaki. Ketahuilah manis dan cantiknya seorang perempuan itu terletak pada taqwanya terhadap Allah, hatinya yang senantiasa tunduk malu terhadap hal-hal yang tidak pantas.

Ingat, jika ada lelaki yang menyatakan dia menyukaimu, tanyakan kembali padanya apa yang dia inginkan darimu. Jika dia hanya ingin bersenang-senang dan berpacaran denganmu, maka jauhkanlah dirimu darinya.

Namun, jika dia benar-benar serius dan ingin mengikat tali pernikahan,faham dan mengamalkan Al-Qur’an dan As- Sunnah,akhlaknya santun dan tawadhu,punya kedudukan keuangan yang memadai,tidak merokok, menyamankan dan mendamaikan dirimu. Maka, pertimbangkanlah permintaannya untuk menjadikan dirimu sebagai permaisuri hidupnya.

Bercerita tentang jodoh... memang,  itu adalah rahasia Allah yang sangat sulit di jangkau dalam keterbatasan pengetahuan manusia.

Walaupun itu rahasia Allah, namun kita tidak di anjurkan untuk hanya sekedar diam dan menanti jodoh datang. Pro aktif itu perlu. Carilah jodoh dengan cara yang di ridhoi dalam islam dengan begitu hubungan kamu dengan dia juga akan di ridhoi Allah, InsyaAllah.

Sekedar berbagi rasa dengan teman-teman tentang urusan jodoh saya yang masih samar :-D heheee. Berharap, semoga Allah membantu saya dalam urusan yang berhubungan dengannya serta menjauhkan saya dari berbuat maksiat hati maupun perilaku maksiat yang terang-terangan. Aamiin Allahumma aamiin.

Jika suatu saat nanti Allah mengirimkan seorang pendamping hidup untuk meraih cinta yang lebih besar yaitu cinta Ilahi, maka saya Ridho.

Saya tidak mengatakan ikhlas menerimanya karna ikhlas itu hanya Allah yang bisa menilai.

Buat teman-teman yang mungkin sedang mencari atau telah mendapatkan jodoh, saya do'akan semoga kalian benar-benar mendapatkan jodoh yang sebagaimana kalian impikan.

Ketahuilah, bahwa Allah memberikan yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan.

....Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui(QS. Al – Baqarah : 216)




Sekali lagi,

Cinta yang sejati adalah cinta di antara dua hamba Allah yang dipaterikan oleh cinta kepada Allah. Janganlah kita berkhayal kerana iblis suka meracuni jiwa yang lalai. (Buya Hamka)



GaNbatte TomodaChi!!!



Wassalam ^_^


*dari berbagai sumber*

Selasa, 24 Januari 2012

" PULANG "



Tiga hari berturut - turut ada orang datang ke kantor mengajukan permohonan bantuan. Dengan case yang sama, yaitu masing-masing untuk pengeluaran jenazah dari rumah sakit. Salah satu dari jenazah tersebut adalah korban kecelakaan lalu lintas.


Menurut cerita dari orang yang mengajukan permohonan, bahwa si fulan yang menjadi korban kecelakaan itu baru pulang dari rumah teman nya. ketika di perjalanan, motor yang di tumpangi nya tiba - tiba di tabrak oleh kendaraan yang ngebut dari arah belakang. Korban sempat mendapatkan perawatan medis namun Allah berkehendak lain, beliau di panggil ke_esokan hari nya.


Ya Allah... bagaimana jika hal itu terjadi terhadap hamba ?? amal apakah yang akan hamba persembahkan dihadapanMU ?? sementara diri ini masih sering lalai terhadap perintah dan aturan MU.

maut seolah ada dimana-mana. Dan  kematian itu bisa datang kapan saja, kepada siapa saja dan dimana saja. ibaratnya tidak mengenal usia, waktu, maupun tempat.


Jadi teringat apa yang pernah dikatakan oleh Sayyidina Umar bin Khattab :

Kemarin  aku melihat si Fulan meninggal, hari ini juga aku melihat si Fulan meninggal, bisa jadi besok adalah giliranku yang meninggal.


Sama persis dengan kejadian yang saya alami sekarang, kemarin dan hari ini saya melihat si Fulan meninggal dan bisa jadi besok adalah giliran saya. Waktu terus berjalan dan apabila semua hari terus berlalu maka semakin dekatlah ke"PULANG"an diri ini kepada Sang Khalik.


Kita... Manusia, tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan ajal menjemput. Menurut Imam Ghozali, bahwa ada tiga hal yang Allah rahasiakan dalam hidup manusia : Rezki, Jodoh dan Kematian. Dari ketiga hal tersebut ada dua yang harus di cari ( Rezki dan Jodoh ) dan yang satu lagi di tunggu yaitu Kematian.


Namun begitu... kematian itu Pasti adanya, sebagaimana Allah Swt berfirman :

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan (QS. Ali – Imran : 185 )



Sempat terpikirkan,.. bagaimana jika tiba- tiba diri ini di panggil untuk “PULANG” ? dan dengan keadaan seperti apakah diri ini akan di panggil ? apakah dengan Husnul Khotimah atau sebaliknya Su’ul Khotimah.... Na’udzubillah.  Perasaan was - was itu selalu ada, Karna bekal yang akan saya bawa untuk menghadapNya masih sangatlah jauh dari cukup.



Tetapi bila tiba saatnya kelak diri ini menghadap Allah swt. Hanya ada satu harap, semoga bisa menjadi penghuni surgaNya. Biarlah dunia ini menjadi kenangan, juga langkah-langkah kaki yang terseok, di sela dosa dan pertaubatan.



Hari ini, semoga masih ada usia, untuk mengejar surga itu, dengan amal-amal yang nyata : “ memperbaiki diri dan mengajak orang lain”..   Aamiin, InsyaAllah :-)

Senin, 02 Januari 2012

MASALAH ... OH ... MASALAH



Hidup ini penuh dengan masalah, solusi nya...... ???  ikuti aja apa mau nya Allah !!!  begitulah kata seorang temen yang baru saja mampir ke kantor.  Kata2 yang sederhana tapi memiliki makna menurutku. Ungkapannya sangat simple, namun mengandung pelajaran yg luar biasa.  ( terutama buat saya pribadi )


tidak ada seorang manusia pun yang tidak  pernah memiliki masalah. Dari masalah dengan teman, orang tua, bos ,dll. semua nya pasti pernah merasakan memiliki masalah.  Namun semua tergantung kita dalam menyikapinya.



Masalah,.. bisa jadi itu adalah ujian atau cobaan. Sebagai seorang hamba pun untuk menentukan apakah iman kita berkualitas ataupun tidak Allah juga akan menguji kita.



Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?.” ( QS. AL-Ankabuut : 2 )


Terkadang kita (terutama diri saya pribadi) sering mengeluh kepada makhluk jika ada masalah, bahkan ada juga yang meminta solusinya kepada sesama manusia. Padahal Allah jelas2 sudah memerintahkan kepada kita agar memohon dan meminta hanya kepadaNya.


“.... Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang yang beriman." ( QS. Al–Maa’idah : 23 )


Ikuti saja apa mau nya Allah!!! Ya begitulah menurut teman saya,  inti nya .... dia menjelaskan, ketika kita dihadapkan dengan masalah kembalilah kepada Al-Qur’an dan As – Sunnah. Karna Allah sudah menjelaskan kepada kita bagaimana cara yang benar dalam menjalani hidup ini sesuai dengan SyariatNya. Dan semua cara itu sudah Allah ungkapkan di dalam Al-Qur’an.


Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu'  (QS. Al – Baqarah : 45 )



Ingatlah..!!!


Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (QS. Alam Nasyrah : 5 )



Soo.. untuk sahabat yang lagi ada masalah, serahkan semua urusan kepada Allah karna akan ada jalan keluar yang terbaik. Sesungguhnya janji Allah adalah benar.



Keep Spirit sobat






Jumat, 09 Desember 2011

Berdamai Dengan Takdir


Assalamu’alaikum…

Apa kabar all ?? smoga kita smua senantiasa berada dalam lindungan Allah swt, aamiin Allahumma aamiin 

Postingan kali ini khususnya di tujukan untuk diri saya pribadi (MuhasabahDiri). Tujuannya adalah ingin memberi nasehat khusus nya untuk diri sendiri yang terkadang sering mengeluh dengan  realita kehidupan  yang sedang di jalani.

Dan jika ada yang berkesempatan membaca tulisan ini, semoga bisa menjadi Ibroh untuk kita bersama.

Perjalanan hidup kita memperlihatkan, ada hal- hal  yang bisa kita ubah dan ada pula hal – hal  yang meskipun kita telah berusaha tetapi tetap tidak bisa kita ubah.

Orang yang sama sekali tidak bisa berhitung misalnya dapat mahir dan terampil mengolah angka dengan belajar matematika, orang yang sakit dapat sembuh dengan berobat, orang yang miskin dan menjadi beban bagi orang lain dapat berubah menjadi orang yang mandiri melalui kerja keras. Tetapi dapatkah kita menghidupkan kembali orang mati yang sudah menjadi tanah ?? , mengubah nasi yang sudah menjadi bubur untuk menjadi nasi kembali ? mengubah orang tua renta menjadi bayi kembali ?


Sebenarnya kebahagian hidup,  lahir bukan pada kemampuan untuk membuat hal – hal  yang tidak pasti menjadi pasti , tetapi kebahagian itu lahir dari benarnya cara pandang, sikap , dan perilaku dalam suasana yang serba tidak pasti. 

Kegagalan atau  keberhasilan adalah hal lumrah dalam hidup ini,  tetapi berlebih – lebihan menyesali kegagalan dan larut dalam kesedihan justru merupakan satu bentuk kegagalan yang lebih besar lagi. Yaitu gagal mengendalikan diri. 

Hidup dan mati adalah sebuah keniscayaan tetapi meratapi  kematian orang yang sangat kita kasihi sampai merasa hidup kita tidak berharga lagi dan ingin cepat mati, justru itulah bentuk kematian yang paling mengerikan, yaitu kematian harapan.


Takdir  adalah keniscayaan abadi , tetapi bahagia atau sengsara akibat suatu takdir adalah pilihan manusia sendiri. Manusia lah yang memilih mau hidup dengan bahagia berdamai bersama takdir atau hidup sengsara dengan memusuhi takdir.


Rasulullah saw, bersabda :

“ Aku kagum terhadap urusan orang yang beriman, karena seluruh urusannya merupakan kebaikan baginya. Jika mendapat kesenangan ia bersyukur, maka syukur adalah kebaikan baginya. Jika di timpa kesulitan ia bersabar, maka sabar itu merupakan kebaikan baginya. Hal seperti ini tidak akan didapati pada seseorang kecuali orang yang beriman.” (HR. Muslim )


Tataplah segala hal dengan kaca mata iman, cepat atau lambat kita akan mengerti bahwa rangkaian peristiwa adalah jala yang di tebarkan  Allah untuk menjaring manusia memasuki hadirat suciNYa. 


“Meleburlah dalam takdir Allah niscaya engkau akan sampai kepadaNya”  demikian puji nasehat orang bijak .


Wallahu a’lam bisshowab 





Kamis, 08 Desember 2011

And Once More About NIKAH :-D




Alhamdulillah ….. segala puji  hanya untuk Allah Swt yang tdak pernah berhenti memberi nikmat kepada diri ini. Yang selalu ada disaat keluarga dan teman2 pada sibuk dengan urusan masing2.

Dan..... Untuk  ke_sekian_ kalinya postingan kali ini membahas tentang NIKAH  :-D

“MENIKAH”      kata itu yang akhir2 ini  sering menjadi pokok pembicaraan.
 Sebenar nya sudah malas banget untuk membahas masalah yang sama. tapi ya beginilah jika “Menikah ” belum terealisasikan pada diri ini, pasti nya akan ada banyak sekali pertanyaan2 seputar itu.  
*Kapan Menikah ??? 
*kenapa gak nikah2 ??  
*di tunggu undangan nya ya ???  *tweng..tweng...Plakkkkk…. Rasanya mau  tumbang aja klo udah dengar obrolan yang seperti itu. CaBeee dwehhhhhh :-P

Tapi sepertinya……   “Memang harus benar2 cepat di realisasikan ya’ agar pertanyaan2 seputar “Menikah” tidak mampir lagi  :-D hihihiii *Prikitiuwwww

Menikah …. Lagi2  klu mendengar kata itu, jdi  timbul satu “pembelaan diri” :  Siapa siy yang tdk ingin Menikah , melengkapi separuh dari deen ini. Apalagi itu merupakan Ibadah dan Anjuran Rasul. Mungkin hanya Allah saja yang mengerti dan maha tau apa yang tersimpan di hati ini. Sebenarnya bukan tidak pernah berusaha dan mencoba, tpi memang belum di kasih kepercayaan oleh Allah untuk mendapatkan predikat sebagai seorang    ISTRI J

Meski pernah gagal beberapa kali dalam mencapai Mitsaqan Ghaliza, namun Alhamdulillah itu tidak menjadikan diri ini berputus asa dari RahmatNYa.  it’s only  a  matter of  time …  cz Allah Know the Best .

…. dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir." (QS. Yusuf : 87 ).

Memang … memang… dan memang semuanya hanya lah soal waktu, sebagai manusia kita hanya bisa berusaha dan yang berhak menentukan hasil nya adalah mutlak menjadi keputusan Allah.

Orang ramai yang berkata, bahwa kesabaran itu ada batasnya. Tetapi menurut sudut pandang saya bahwa kesabaran itu tidak terbatas. no limits in the patience … semua tergantung kita yang menyikapinya, apakah kita mau bersabar atau tidak. Allah swt  selalu ada untuk hambaNya yang bersabar.

Sebagaimana Allah memberikan kekuatan untuk kita dalam salah satu ayatNya :

“Hai orang-orang yang berfirman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 153)

Kalau memang saat ini masih belum mendapatkan jodoh, yaa mungkin memang belum saat nya. #MenyemangatiDiriSendiri :-D hehehehe

Untuk  bisa selalu sabar dalam menjalani hidup ini bukanlah hal yang mudah,.. namun tidak ada salah nya untuk terus mencoba. Sayyidina Ali Ra pernah berkata :

“Nikmatilah Kesulitan/Kepedihan karna aku tidak pernah melihat minuman yang paling “Manis” dari buah KESABARAN.”

Inti nya kita memang perlu bersabar untuk mendapatkan hasil yang lebih baik jauh dari apa yang kita impikan.


saudariku yang saat ini masih belom mendapatkan Jodoh ( termasuk diriku juga siy :-D hihiii ) , Bersabarlah...  karna sesungguhnya Allah beserta orang2 yang sabar


Its Only  a  matter of   time…. Allah Know the Best.