Jumat, 15 Maret 2013

#Fight


Mengkondisikan hati ternyata jauh lebih sulit  dan merupakan tantangan yang begitu berat untuk saya pribadi. memahami karakter seseorang, mengerti setiap apapun kejadian yang berlaku, bukanlah usaha yang mudah. 


Memang benar kata pepatah, bahwa hidup ini adalah belajar. Belajar untuk memahami segala apapun yang berlaku di kehidupan ini. Karna...  dari setiap kejadian itulah tersimpan hikmah yang bisa di ambil.

Namun terkadang,...  diri ini terlalu Rapuh untuk bisa melewati semua itu.

Ya... Rabb, Hamba paham betul bahwa di dalam kehidupan ini tidak ada yang berjalan mulus tanpa adanya ujian dari Mu, hamba hanya minta kuatkan hamba untuk melewati garis hidup yang telah Engkau takdirkan ini.

Dan pada akhrinya memang...,  tempat yang tepat untuk berbagi dan mengadu hanyalah kepada Engkau ya... Rabb.

HasbunAllah Wani’mal Wakil, Ni’mal maula Wani’mal Nashir Laa Hawla walaa quwwata illa billah... #Fight

Senin, 18 Februari 2013

Nasehat Diri


Wahai Diri..
jangan terlalu larut dengan kesenangan Dunia, sehingga engkau lupa menjatuhkan airmata dihadapan Rabb mu.

jangan hanya karna kebahagiaan sesaat, engkau melupakan kebahagiaan yang kekal.


Sadarlah Wahai Diri..
bahwa di Dunia ini tidak ada yang abadi, Akhiratlah tempat kembalimu sebenarnya... kehidupan yang sesungguhnya.

tidakkah kau ingin mengejarnya?
seperti hal nya yang pernah kau lakukan dulu, menangis dihadapan Rabb mu.. disepertiga malam terakhir?

Atau...

apakah kau lupa dengan manis nya Iman itu? ketika engkau merasa, tidak ada jarak antara engkau dan Rabb mu.

hati - hati Wahai Diri..
bisa jadi ketakutan dan kesedihan itu datang, namun engkau tidak punya persiapan untuk menghadapinya.

maka dari itu..
kembalilah pada kebiasaanmu yang dulu, dimana engkau selalu larut dalam kesedihan.. meneteskan air mata dihadapan Rabb mu, semata-mata hanya ingin mendapatkan Ridho-Nya.



#Nasehat untuk diri sendiri, yang sudah satu minggu terakhir ini.. lebih banyak tertawa daripada menangis dihadapan Rabb nya

Sabtu, 24 November 2012

ROKOK Dan ZAKAT


Saat ini, rata – rata setiap hari, “ Ahlul Udud / Ahli Hisap” Membakar duit RP 3500 untuk sebungkus rokok kretek filter lokal. Berarti, dalam sebulan ia membuang uang Rp 105ribu untuk rokok. Dan dalam setahun uang setan yang dihamburkan mencapai Rp 1,26 Juta. Seandainya dia terus merokok sejak usia 20 tahun hingga kini berusia 50 tahun, berarti belanja rokoknya mencapai lebih Rp. 37,8 Juta.

Itupun kalau rokok konstan. Padahal, tiap tahun harga rokok naik. Kalau kenaikan nya rata-rata 10 % pertahun, maka dalam 30 tahun uang rokoknya bisa mencapai ratusan juta rupiah.

Itu baru seorang perokok saja. Padahal, jumlah perokok di indonesia sekitar 141 juta orang, dengan konsumsi rokok mencapai 199 miliar batang per tahun.  Jumlah konsumsi ini merupakan rekor dunia ke 4 setelah RRC (1.679 miliar batang), dan jepang bersama Rusia (230 miliar batang).

Andai perokok muslim di negeri kita mencapai 123 juta orang dan rata- rata telah merokok sepanjang 20 tahun, maka dalam dua dekade telah terbakar uang Rp 309,96 triliun. Bila uang hangus sebanyak itu di anggap penghasilan kena zakat, maka zakat yang tersia – siakan mencapai Rp 3,759 triliun. Ini berarti dalam satu tahun, lebih dari RP 300 miliar dana yang mengepul  percuma . bandingkan dengan dana zakat yang terhimpun yang tak lebih dari 300 miliar setahun.

Padahal dengan dana sebanyak itu, melalui program kesehatan yang dikelola berbagai Badan Amil Zakat dan juga Lembaga Amil Zakat, ribuan dokter untuk keluarga prasejahtera dapat dikirim keberbagai kantong kemiskinan di tanah air. Ribuan pelajar Dhuafa pun dapat dibiayai sekolahnya melalui program dana infak abadi untuk anak negeri (DINNAR BAZNAS). Ribuan Pengusaha gurem Juga dapat di biayai dan dibina untuk lestari  dan mandiri. Ribuan anak – anak berperut buncit karena kelaparan bisa dihindarkan.

Sungguh sangat disayangkan, semangat mengeluarkan uang untuk rokok jauh lebih besar dibandingkan dengan semangat untuk berzakat dan bersedekah. Padahal kita semua paham, merokok selain berbahaya  bagi  para pecandu , juga membahayakan orang-orang di sekitarnya. Sebaliknya, zakat dan sedekah justru menyelamatkan para pembayarnya di dunia dan akhirat. Selain itu, dana zakat juga mampu mengangkat derajat dan martabat orang – orang di sekitar para pembayarnya.

Jadi... Wahai para perokok, berhentilah merokok!!! Alihkan anggaran rokok anda untuk membayar zakat, infak dan sedekah untuk menggapai kehidupan yang lebih baik di dunia maupun akhirat. Ingatlah, disekitar kita makin banyak orang miskin yang putus harapan. Tegakah membakar uang anda daripada membantu mereka ?


*Sumber : Buku berjudul "Agar HARTA BERKAH & BERTAMBAH" Karangan Prof. DR. K.H. Didin Hafidhuddin 

Rabu, 10 Oktober 2012

Sedikit Cerita ... :D


udah hampir 3 bulan gak posting di blog, berasa lama banget... kangen juga untuk nulis. 

Hampir dua pekan kemarin Allah menunjukkan kasih sayangNya pada diri ini. batuk dan demam menjadi 'sahabat' yang setia menemani. memang agak risih juga kalo malam gak bisa tidur, karna batuk :-( 

namun semua itu patut di syukuri!! siapa tau dengan penyakit yang menghinggapi, bisa jadi sebagai penggugur dosa. 


"Tidaklah seorang Muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya, melainkan Allah akan menggugurkan bersamanya dosa - dosanya seperti pohon yang menggugurkan daun - daunnya" (HR. Bukhari - Muslim )


Alhamdulillah... Kini demam dan batuk sudah berangsur pergi :-)

****Just little tell about my life in recent weeks, not really matter :-D***




"Selalu ada HIKMAH dibalik setiap peristiwa"


saya pribadi sangat setuju dengan pepatah itu. sakit kemarin sudah memberikan satu pelajaran lagi buat saya tentang makna hidup... antara CINTA dan DUKA.

hidup di perantauan memang harus siap menerima konsekuensi pada setiap kondisi apapun, termasuk dalam keadaan sakit yang saya alami kemarin. sempat merasa sedih dan sendiri ketika itu, teman yang saya pikir baik ternyata sama saja dengan mereka yang hanya mementingkan dirinya sendiri. menyedihkan memang, sudah jauh dengan keluarga... dijauhi teman pula. namun disitulah letak hikmahnya. 

karna disaat seperti itu saya justru malah menggantungkan semua harapan hanya pada-Nya, pasrah dengan segala ketentuanNya, ridho dengan apapun yang sudah menjadi ketetapanNya. dan ternyata, kesedihan, kesunyian, ketakutan yang terangkum dengan DUKA ternyata Allah ganti dengan kasih sayangNya, kepedulianNya, keridhoan-Nya di dalam CINTA.

dulu saya berpikir bahwa hidup itu akan bahagia jika berjalan sesuai dengan keinginan kita, tanpa harus ada masalah. ternyata perjalanan hidup untuk bahagia tidak se-sederhana yang saya pikirkan. kita memang harus menghadapi beberapa ujian agar kita bisa mengambil hikmah dibalik ujian tsb. maka barulah bahagia itu akan tampak.

memang benar kata opick dalam lagunya "tiada Duka yang abadi" 

karna,...

PELANGI yang indah itu akan tampak setelah hujan deras dan petir yang menakutkan.

dan CINTA.... 

menurut saya adalah sesuatu yang membuat saya merasa bahwa Allah benar benar ada dan saya tidak merasa sendirian di dunia ini.

semoga Allah selalu memupuk rasa cinta dan menguatkan hati ini untuk selalu mencintaiNya dalam kondisi apapun ^_^

Jumat, 20 Juli 2012

Marhaban Ya Ramadhan



Sujudku .... Pun takkan puaskan inginku tuk haturkan sembah sedalam kalbu,

Adapun ku persembahkan SYUKUR hanya padaMu  Ya Allah.... atas nikmat yang telah ku terima dan yang akan datang esok, lusa juga seterusnya. NikmatMu yang tak pernah putus itu adalah merupakan bentuk kasih sayangMu. Dan kini telah Engkau perkenankan kembali aku memasuki bulanMu yang penuh berkah ....

Alhamdulillah... Alhamdulillah... Alhamdulillah


Marhaban Ya Ramadhan 1433 H ^_^

Sabtu, 14 Juli 2012

I find it...



Rasanya seperti kembali mendapatkan  "Udara segar" yang menyejukkan dan mengiringi perjalanan Ukhrowi saya. setelah kepergian Alm. Drs. KH. Muhammad Yusuf Safe'i Ridwan, sempat terbesit dibenak saya, apakah saya bisa menemukan ulama seperti beliau ? seorang ulama yang bisa mengubah sudut pandang saya menjadi lebih positif dan memberikan saya keyakinan bahwa Allah Swt selalu bersama kita hambaNya.


awalnya saya pesimis tidak akan menjumpai lagi sosok seperti beliau pada era sekarang ini, terutama dibatam. sosok yang tawadhu dan sangat mengedepankan nilai dakwah. namun saat ini, seperti yang saya katakan di atas bahwa saya seperti mendapatkan "udara segar"... ya memang begitulah perumpamaannya. 


ceritanya hari senin kemarin saya mendapat telp dari seorang teman yang sudah lumayan lama kami tidak bertemu, beliau menyampaikan kepada saya bahwa ada seorang Ustadz yang mirip penyampaian taujih nya seperti Alm. Drs. KH. Muhammad Yusuf Safe'i Ridwan dan beliau mengajak saya untuk ikut hadir pada pengajian Ustadz tsb. tanpa berpikir panjang saya langsung meng- IYA -kan ajakan teman saya itu. Ustadz Dahlan itulah nama ustadz tsb.


Ba'da isya saya di jemput oleh teman saya menuju rumah ustadz Dahlan, kebetulan hari senin malam adalah jadwal beliau mengisi tausiyah di rumahnya. sesampai di rumah beliau, pengajian sudah di mulai. namun kami tidak ketinggalan jauh karna saat itu masih pembacaan  do'a wirdu syakron. sama persis seperti pengajian Alm.Drs.KH. Muhammad Yusuf Safe'i Ridwan sebelum memulai membahas pokok kajian, beliau selalu mengajak para jamaahnya membaca do'a wirdu syakron terlebih dahulu. 


dan ternyata yang mengisi pengajian malam itu bukanlah Ustadz Dahlan, melainkan KH. Abdul Hamid. beliau adalah guru Ustadz Dahlan yang menetap di Bangka Belitung dan saat ini sedang berkunjung ke Batam. menurut teman saya, taujih KH. Abdul Hamid tidak kalah hebatnya dibanding dengan Ustadz Dahlan. apalagi beliau merupakan guru Ustadz Dahlan, tentu saja levelnya setingkat lebih tinggi di banding muridnya. 


begitu pertama kali mendengar taujihnya, SubhanAllah.... luar biasa!!! apa yang beliau sampaikan langsung tertancap di hati sanubari saya, dan saya seolah menemukan tetesan - tetesan embun pagi yang menyejukkan nilai spiritual saya. 


yang paling melekat dalam ingatan saya adalah ketika beliau menyampaikan : "DAKWAH adalah kewajiban setiap muslim, jika Dakwah kita tidak bersambut baik maka jangan sedih. karna kita hanya bertugas menyampaikan, sementara HIDAYAH itu mutlak milik Allah. hanya Allah yang berhak memberikannya bagi siapa yang dikehendakiNya."


beliau juga mengatakan : " jika kita meminum sesuatu yang pahit jangan langsung dimuntahkan, karna bisa jadi itu merupakan obat untuk kita. sebaliknya jika kita meminum sesuatu yang manis jangan langsung di telan, karna bisa jadi itu merupakan racun buat kita" 


maksudnya ; 


"jika ada orang yang menghina kita, jangan langsung marah dulu. karna bisa jadi itu adalah hikmah buat kita agar lebih memperbaiki diri (intropeksi), sebaliknya jika ada orang yang memuji kita jangan langsung senang dulu, bisa jadi itu adalah bumerang buat kita."


Ingat !!!


"jika ada 10 orang yang menyukai kita, jangan lupa bahwa ada 10 orang lagi yang membenci kita. karna memang begitulah romantika kehidupan."

Semoga Allah selalu memperkokoh Iman ini untuk selalu istiqomah menuntut Ilmu di jalanNya, aamiin Allahumma aamiin.

Wassalam ^_^

Rabu, 11 Juli 2012

Aku dan Kesendirianku ...



Rabb...
jika menjauh nya mereka dariku menjadikanku semakin dekat denganMu, maka aku Ridha.
Jika kesendirian dan kesunyian ini membuatku bertambah mencintaiMu, maka aku Ridha.
Jika kebencian mereka terhadapku membuatMu mencintaiku, maka aku Ridha.

Hiraukanlah aku dari kesunyian ini, dari kebencian mereka yang tidak menyukaiku, dan dari menjauhnya mereka yang sebenarnya saudara dalam hidupku. Buatlah aku terus berusaha mencari kekuatan untuk menyuburkan Keikhlasan ini, dalam misi mencapai ridhaMu yang setinggi-tingginya.

Karna aku tau,...
Meski sunyi, meski sepi, meski hampa ....
aku tidak pernah sendiri disini, di tempat ini, dirumah ini, dikamar ini....  
Engkau akan selalu bersama ku, menyertai setiap liku perjalanan kehidupanku.

Dan aku percaya...
Bahwa Engkau tidak akan menyia–nyiakan siapapun yang mengharapkan keridhaanMu, juga tidak pernah menampik siapapun yang memanjatkan munajat padaMu.





Senja kala itu,
Kushilangit  10 July  at 03.45 am

Senin, 09 Juli 2012

S - Y - U - K - U - R



hari ini... satu pelajaran lagi yang saya dapatkan tentang makna syukur. bahwa ternyata diluar sana masih banyak hamba-hamba Allah yang kehidupanya kurang beruntung dibandingkan dengan kehidupan saya . awalnya...  saya mengira kehidupan sayalah yang sangat memprihatinkan karna hidup berjauhan dari orang tua dan saudara . namun apa yang saya rasakan belum sebanding dengan kehidupan salah seorang Mustahik yang hari ini  memohon bantuan biaya berobat di tempat saya bekerja.


 sebutlah namanya si A, beliau mengajukan permohonan bantuan untuk temannya yang bernama B. saat ini B sedang terbaring sakit akibat kecelakaan. menurut penuturan A , semenjak kejadian kecelakaan itu terjadi, sekitar sebulan yang lalu. hingga kini B belum bisa duduk, beliau hanya terbaring lemah di atas tempat tidur. setelah mewawancara A, disitulah saya mendapatkan pelajaran, bahwa tidak seharusnya saya mengeluh dan terus bersedih. karna tanpa saya sadari ternyata diluar sana masih banyak orang yang jauh menderita kehidupannya dibanding saya.


saya : "apakah B dibatam punya saudara?


A :"tidak!!!". 


Saya : "apakah orang tua/saudara B di kampung sudah dihubungi tentang musibah yang di alami B   ?"  


A  :" B sudah tidak punya kedua orang tua lagi" , dan tidak cukup hanya disitu saja. selain sudah tidak memiliki kedua orang tua, B adalah anak sulung yang harus membiayai kehidupan dan sekolah 3 orang adik nya di kampung. 


saya langsung tertegun mendengar jawaban A. Ya.... Allah ternyata hidup saya saat ini jauh lebih baik. B adalah tulang punggung keluarganya, dan saat ini B mendapat ujian (kecelakaan). bisa dibayangkan betapa menderitanya hidup B saat ini. 


Bersyukur...... ya selama ini memang saya terlalu sering mengeluh, sampai - sampai lupa untuk bersyukur. padahal kuncinya bahagia itu adalah syukur. dan sebenarnya kebahagiaan itu sederhana, saya lah yang terkadang membuatnya ruwet sehingga sulit menemukan kuncinya.


Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih."  (QS. Ibrahim : 07)


seperti ayat di atas, dengan bersyukur maka Allah swt akan menambah nikmatNya. namun...  terkadang saya sering lupa dengan janji Allah itu. Astaghfirullah...


pernah seorang teman berkata kepada saya, "Jangan sering mengeluh, perhatikanlah kejadian2 disekeliling kehidupan kita. maka akan ada banyak hal yang bisa memberikan  hikmah untuk kita bersyukur"


perkataan teman saya memang benar adanya, dan saya sudah rasakan itu. 


"Sore itu, waktu pulang dari masjid raya saya mampir ke Megamall ingin belanja keperluan bulanan. pas selesai belanja, waktu menunjukkan pukul 17.30 wib. mau pulang saya pikir tanggung. karna takut lama dapat angkutan Umum (Maklum, Angkot Mania :D) dan takut terjebak macet juga, alih2 ingin cepat pulang ntar malah bisa2 maghrib dijalan. akhirnya saya putuskan  untuk menunggu waktu maghrib di Musholla Megamall. dari jam 17.30 - 18.00 ternyata banyak orang silih berganti yang masih melaksanakna sholat Ashar, padahal waktu sudah hampir mendekati masuknya waktu Maghrib. apa pelajaran yang saya dapat dari kejadian ini ??? Bersyukur ....., bersyukur bahwa diri ini masih bisa melaksanakan sholat di awal waktu.


Alm. Buya Hamka menuturkan : " yang sudah kita punya, itulah harapan kita. memang tidak salah kita mengharapkan yang belum ada, namun jangan lupa dengan yang sudah ada (bersyukur)".


"Fabiayyi aala i rabbikuma tukadziban, Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" (QS. Ar - Rahman : 13,16,18,21,23,25,28,30,32,34,36,38,40,42,45,47,49)




Wassalam,

Rabu, 04 Juli 2012

What's wrong with me....




Tadi malam kembali saya melewatkan solat tahajud, saya justru lebih memilih mematikan alarm hp lantas tidur lagi dibandingkan beranjak dari tempat tidur untuk berwudhu dan sholat. ketika azan subuh berkumandang barulah saya bangkit dari tempat tidur. What’s wrong with me?? Sudah beberapa hari belakangan ini semakin jarang sekali melakukan sholat malam (Baca;Tahajud),.. entah ada apa dengan diri ini, Yang biasanya setiap malam saya usahakan untuk selalu bangun di sepertiga malam... namun belakangan ini perasaan malas itu semakin menggebu. Astaghfirullah,... ampuni hamba wahai Rabb.


Padahal murabbiyah saya selalu mengingatkan,”  jangan sampai satu malam/hari terlewatkan tanpa sholat malam dan tilawah Al – Qur’an karna itu adalah sumber kekuatan iman kita!!”.


Dulu ketika aktif mengikuti kajian yang di isi oleh Alm. Drs. KH. Muhammad Yusuf Safe’i  Ridwan, beliau selalu berkata : “ jika kita ingin mengukur sejauh mana nilai kesolehan kita,  ukur lah dengan seberapa besar kita memperjuangkan sholat malam (Baca;Tahajud)” .


Rasanya ...  ingin sekali kembali ke masa-masa itu. kembali ke masa, dimana saya bisa merasakan kebahagian yang sesungguhnya. Bermunajah kepada Dzat pemberi nikmat di hening nya sepertiga malam. Namun, belakangan ini saya semakin lalai :-( Astaghfirullah...


hoped... it didn't last long. and hopefully i can take more responsibility on obligations as a Muslim. InsyaAllah...


Senin, 02 Juli 2012

DAKWAH adalah CINTA



DAKWAH adalah CINTA, dan CINTA akan meminta semuanya dari dirimu...
Sampai pikiranmu, sampai perhatianmu berjalan, duduk dan tidurmu...
Bahkan ditengah lelapmu.


Isi mimpimu pun tentang DAKWAH... tentang umat yang kau CINTAI, karena begitulah resiko jalan yang kau pilih yang kelak akan membuatmu menjadi mulia dengan-Nya. 


( KH. Rahmat Abdullah, Alm )


Alm. KH. Rahmat Abdullah adalah sosok yang saya kagumi. salah satu ulama negeri ini yang lantang menyuarakan kebenaran Islam, menjelaskan bahwa tidak ada kebanggaan sedikitpun bagi kita memegang tongkat estafet perjuangan Dakwah. tidak menilai mana yang  masuk dan berkecimpung atau mengenal Islam serta Dakwah lebih dulu, semuanya sama!!  tidak boleh dibeda - bedakan. Dakwah pun harus terus berjalan..... berawal dari yang terkecil, yaitu dari keluarga kita sendiri. dan saat ini....  itulah project Dakwah saya yang paling utama. 


"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu ; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan" (QS. At-Tahrim : 06)


Dakwah adalah kewajiban setiap muslim dan muslimah. dalam skala khusus memang hanya dapat dilakukan oleh para ulama, karena dakwah itu harus di sertai dengan rujukan (sumber) yang jelas serta ilmu yang benar. namun Dakwah dalam skala umum dalam dimensi yang lebih luas dapat mengandung pengertian ; menyebarkan Amar Ma'ruf Nafi Munkar, yang bukan saja hanya berkutat pada bentuk ceramah, khutbah ataupun kajian.


dan prioritas Dakwah itu sendiri harus dimulai dan dititikberatkan pada penjelasan hal yang terpenting dalam kehidupan seorang Muslim, yaitu Aqidah atau Keyakinan. yang juga disebut dengan Ilmu Tauhid. mengesakan/menyembah hanya kepada Allah Swt. 


selain Alm. KH. Rahmat Abdullah ada juga ulama lokal (baca; batam) yang sangat saya kagumi yaitu Alm. Drs. KH. Muhammad Yusuf Safe'i Ridwan. sosok beliau adalah sosok yang mampu menembus cakrawala pemahaman saya menjadi lebih positif. dari beliau saya diberikan keyakinan yang benar - benar bisa terpatri di hati, bahwa Allah swt selalu bersama hambaNya selagi hamba itu senantiasa mendekat kepadaNya. 


" Jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah, karna Allah Swt maha tau apa yang terbaik untuk hambaNya. kalaupun saat ini kita tidak mendapatkan apa yang kita mau, namun percayalah ... Allah Swt masih menyimpan yang terbaik untuk kita dan suatu saat nanti Dia pasti akan memberikannya"  Satu nasehat beliau yang senantiasa terngiang dalam ingatan saya. 


untuk para Ulama pewaris Nabi Muhammad Saw, Jazakumullah Khairan Katsiran Wa Jazakumullah Ahsanal Jaza atas ilmu, nasehat dan tuntunan yang diberikan, semoga apa yang saya dapat ini akan terus bermanfaat untuk project Dakwah saya yang paling awal... InsyaAllah.  dan semoga Allah Swt selalu memberikan kekuatan kepada saya untuk selalu berpegang teguh pada jalanNya. aamiin Allahumma aamiin.




Wassalam ^_^

Jumat, 29 Juni 2012

I wish that...


I wish that could turn back the time...

But the time doesn’t stop...

We all have big changes in our lives,

That are more or less a second chance,

Allahu Rabb.... i seek forgiveness for every sin.

I committed, about which of course You know,

inside and out,

from the beginning to the end of my life.



Rabu, 13 Juni 2012

SULIT menjadi NIKMAT ** Part 2 **



tidak terasa sudah hampir 1 bulan perjalanan menghafal Al-Qur'an saya lakoni , sungguh sebuah kenikmatan yang luar biasa yang tidak bisa digambarkan dengan kata-kata. 
Alhamdulillah wa syukur bi ni'matillah... hanya syukur yang terucap karena Allah Swt telah memberikan karunia ini, kenikmatan menghafal kalamNya. which perhaps not everyone could feel what i feel :-D 


rasanya saya masih tidak percaya bahwa saya telah melewati (baca;Hafal) beberapa surat yang panjang dalam juz 30, but that's totally from Allah Swt. He makes the impossible becomes possible. Alhamdulillah... ^_^


memang pada awalnya saya merasa ragu, beberapa pertanyaan sering singgah dipikiran saya. 
" apakah saya bisa ya?".
" bagaimana jika nanti sudah berhasil menghafal lantas lupa lagi ?"


namun menurut teman saya paradigma seperti itu ternyata harus dibuang jauh-jauh, karena pikiran seperti itu  akan mempengaruhi kita untuk tidak pernah  menghafal Al-Qur'an. kita semua hanya perlu memulai, tanamkan niat dan azzam yang kuat dalam diri untuk menghafal.  langkah-langkah awal memang terasa sangat sulit, tetapi ada masanya dimana menghafal Al-Qur'an itu sangat mudah. pengalaman saya pribadi ada masa-masa "sakau" (kecanduan), sangat kecanduan. rasanya rugi jika waktu ini terlewat tanpa ada hafalan yang bertambah. 


seorang ustadzah yang juga seorang huffadz (Baca; penghafal Al-Qur'an) pernah menerangkan kepada saya tentang pahala2 dan keutamaan apa saja yang didapat bagi orang yang menghafal Al-Qur'an. salah satu nya adalah, bahwa Allah Swt akan menyematkan mahkota kehormatan kepada kedua orangtua para huffadz di syurga_Nya. dan hal itu senada dengan hadist Rasulullah Saw :


"Barangsiapa yang membaca (menghafal) Al-Qur'an dan mengamalkan isi kandungannya, niscaya Allah akan memakaikan mahkota kepada orang tuanya kelak pada hari kiamat. sinarnya lebih terang dari sinar matahari yang menyusupi rumah-rumah didunia. sekiranya (matahari) itu didalam rumah kalian, bagaimanakah menurut kalian terhadap orang yang mengamalkannya (Al-Qur'an) ?" (HR. Abu Dawud dari Muadz bin Anas)


bayangkan , Allah Swt akan menyematkan mahkota kepada kedua orang tua kita di syurga jika kita sudah termasuk dalam golongan para huffadz. SubhanAllah... pasti betapa bangganya orang tua yang telah memiliki anak seorang huffadz. 


dan hal itulah yang membuat saya sangat termotivasi untuk menghafal Al-Qur'an. saat ini hal yang paling membuat saya bersemangat menghafal kalamNya adalah,  saya ingin agar Allah Swt menyematkan mahkota tsb untuk kedua orang tua saya. i hope i can do that .... InsyaAllah aamiin Allahumma aamiin :-)




**Mata Air
    
  Padatnya sibuk memang membuatmu lelah,
 tapi luangnya senggang membuatmu celaka. 
(Sayidina Umar bin Al-Khattab radhiyallahu anhu)




Wassalam,..

Rabu, 30 Mei 2012

SULIT menjadi NIKMAT ** Part 1 **



masih hangat dalam ingatan saya ketika pertama kali ada seorang ummahat yang menyarankan kepada saya agar menghafalkan Al-Qur'an, " mumpung masih muda dan belum menikah, Hafalin Al-Qur'an. ntar klo anti udah nikah psti akan susah karena sibuk mengurus rumah tangga." namun saya hanya menjawab : "gak ah,... saya tidak bakalan bisa." maklumlah menghafal bacaan yang tulisan huruf indonesia saja susah, nah ini apalagi menghafal tulisan arab. Asli .... pasti bakalan SUUSAAH !!! 


begitulah jawaban singkat yang terlontar dari mulut saya ketika itu. yang tanpa saya sadari bahwa apa yang ada dipikiran saya itulah yang akan mempengaruhi usaha saya untuk melakukan sesuatu, termasuk menghafal Al-Qur'an. jika dari awal kita sudah berpikir tidak bisa, maka sampai kapanpun usaha yang kita lakukan akan berakhir dengan sia-sia. karena tanpa kita sadari usaha yang kita lakukan itu cenderung ditemani dengan pikiran bawah sadar kita.


terus terang, dalam hidup saya tidak pernah sedikit pun terbesit niat untuk menghafal Al-Qur'an. jangan kan ada niat, bermimpi saja pun saya tidak berani. sebab,saya menganggap itu merupakan sesuatu yang mustahil diwujudkan dan sangat sulit sekali. namun itu dulu,.. jauh sebelum saya dipertemukan dengan seseorang yang memiliki niat dan azzam yang kuat dalam menghafal Al-Qur'an. 


merupakan sebuah karunia dan bimbingan Allah  kepada saya karena telah dipertemukan dengannya. seorang ukhti yang selalu sudi menampung setiap keluh kesah saya, yang senantiasa memberikan dorongan dan motivasi yang kuat kepada saya agar bisa menghafal kalamNya sejak pertama kali bertemu, saya sudah terkagum-kagum terhadapnya ketika dia membaca surat An-naba dengan fasih sesuai makhraj dan tajwid yang benar dan tidak melihat teks dalam Al-Qur'an. bayangkan dia sudah mengkhatamkan menghafal juz 30. dan kini sedang menghafal juz 29. sementara saya masih sangat jauh (baca; masih sedikit), jauh sekali hafalannya dibanding beliau.


karena melihat kegigihan sahabat saya itulah  saya jadi ingin mencoba untuk menghafal juga, memang saat itu belum tumbuh niat dan hanya sekedar ikut-ikutan saja. karena saya berpikir dengan coba2, siapa tau jadi bisa hehee :-D


dan tibalah waktunya saat dimana pertama kali saya mencoba untuk menghafal, dan teman-teman pasti bisa menebak bagaimana hasilnya?? SUSAH!!! yupss... ketika memulai menghafal untuk pertama kalinya, sangat susah sekali. berkali2 saya mencoba selalu tidak bisa. 


lalu saya sampaikan kepada sahabat saya itu : " kenapa ya' saya kok susah banget untuk menghafal, sudah berkali2 mencoba selalu saja "daha pagi" (baca; sudah hafal, lupa lagi) ". lantas dia menjawab : " harus ada niat yang tulus dan azzam yang kuat dalam menghafal Al-Qur'an,jadi tidak hanya sekedar coba2. ingat! Al-Qur'an adalah kalam Allah, maka bersungguh2lah dalam menghafal. InsyaAllah... akan ada bimbingan dari Allah untuk mewujudkan keinginan kita itu (baca;menghafal)." 


SubhanAllah..... saya langsung tertegun mendengar jawaban sahabat saya itu, apa yang dia katakan memang benar. pertama kali saya menghafal tidak didasari dengan niat yang tulus, hanya sekedar ajang coba2. bagaimana Allah akan membantu saya jika kalamNya dijadikan sebagai bahan coba2. Astaghfirullah...


namun.... hal itu tidak berlangsung lama, setelah saya meluruskan niat dan menanamkan azzam yang kuat pada diri ini.kembali saya memulai menghafal kalamNya. Alhamdulillah.... ternyata Allah mudahkan usaha saya itu. kini surat demi surat dalam juz 30 semakin sering saya lewati (baca; sudah hafal). hanya tinggal beberapa surat lagi untuk mengkhatamkan juz 30, semoga Allah selalu membantu saya. aamiin Allahumma aamiin. 


kita semua tau, petunjuk, ilmu, kemudahan, dan kekuatan itu datangnya dari Allah. jadi dalam menghafal tidak ada istilah bisa atau tidak bisa, tetapi mau atau tidak mau. sebab, Allah sudah menyuguhkan semua karunia itu (baca; petunjuk, kekuatan, ilmu, kemudahan) untuk kita. tinggal kitanya sendirilah yang membuat keputusan, mau atau tidak mau mendapatkan semua itu.


" Dan sesungguhnya telah kami mudahkan Al-Qur'an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?." (QS. Al-Qamar : 17)


teman, sungguh... suatu kenikmatan dan kebahagian yang luar biasa ketika berhasil menghafal surat demi surat dalam Al-Qur'an, apalagi jika kita sudah berhasil menghafal seluruh isinya. saya ingin sekali teman-teman juga bisa termotivasi dalam menghafal kalamNya. karena dengan menghafal, Allah akan memberikan bermacam-macam kenikmatan kepada kita baik didunia maupun di akhirat. dan nikmat yang paling besar adalah Ridho Allah kepada diri kita. 


meski saya belum khatam menghafal seluruh isi Al-Qur'an, namun saya sangat bersyukur atas nikmat yang Allah berikan kepada saya saat ini (selalu bersemangat dalam menghafal). 


ada satu hal yang paling membuat saya sangat termotivasi untuk menghafal Al-Qur'an. dan hal itu adalah..... To Be Continued in part 2

Sabtu, 19 Mei 2012

Fadhail Hifzhul Al - Qur’an (Keutamaan menghafal Al - Qur’an)



Alhamdulillah hari kamis kemaren saya dan teman-teman liqo berkesempatan mengunjungi rumah salah seorang tokoh, selain aktif di pemerintahan beliau juga seorang huffadz. Beliau adalah  ustadzah Susanti Hud. Senang rasanya dapat berkenalan dengan beliau, selain bisa berbagi tentang banyak hal dengan beliau saya dan teman2 juga banyak diberi tips oleh beliau untuk selalu semangat dalam menghafal Al-Qur’an.  Meski baru pertama kali bertemu, namun saya sangat mengagumi beliau. bayangkan saja, dengan kesibukannya sebagai anggota dewan, beliau juga sibuk dengan mengurus buah hatinya. Namun semangat beliau dalam menghafal kalam Allah sungguh luar biasa. Sehingga membuahkan hasil yang sangat memuaskan.  kini beliau sudah menghafal Al-Qur’an. Ketika kami disana beliau banyak bercerita tentang pengalaman beliau dalam menghafal Al-Qur’an dan disela pertemuan kami saat itu, Beliau bertutur bahwa, kebanyakan kader dakwah saat ini banyak yang melupakan Al-qur’an karna terlalu sibuk mengurus organisasinya. Padahal, menurut beliau Al-Qu’arn itu adalah Minhajul Hayah (pedoman hidup) seorang mukmin. dan kewajiban seorang Muslim terhadap Al-Qur’an itu ada 4 :

1.  Tilawah (Membaca) Al-Qur’an
Karna dengan membaca Al - Qur’an Allah memberi 10 kebaikan disetiap huruf pada orang yang membacanya, hal ini senada dengan Sabda Rasulullah Saw : “Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al Qur’an maka baginya satu hasanah (kebaikan) , dan hasanah (Kebaikan) itu akan dilipatgandakan sepuluh kali. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf, namun Alif itu satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf.”  (HR. At Turmudzi).

2.  Hifzhul (Menghafal dan Mengamalkan) kandungan Al-Qur’an.
Banyak hadits Rasulullah Saw yang mendorong untuk menghafal Al Qur’an atau membacanya di luar kepala, sehingga hati seorang individu muslim tidak kosong dari sesuatu bagian dari kitab Allah Swt.  Seperti dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas “Orang yang tidak mempunyai hafalan Al Qur’an sedikit pun adalah seperti rumah kumuh yang mau runtuh (HR. Tirmidzi)

3.  Mentadabbur ayat (menghayati dan memahami) kandungan Al-Qur’an .
 karna dengan kita memahami makna yang terkandung di dalam Al-Qur’an hal itu bisa membantu meningkatkan nilai ruhiyah kita dan juga dapat menambah cakrawala berpikir kita sebagai seorang muslim. Jika kita mengerti apa yang dibaca dan kita yakin akan kebenarannya, maka pintu critical area pikiran bawah sadar menjadi terbuka, sehingga informasi dari Allah langsung masuk ke pikiran bawah sadar dan tersimpan sebagai akhlak. Pada saat kita menghadapi situasi seperti yang terjadi pada ayat tersebut, otomatis kita bereaksi sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an .

4.  Berusaha untuk menyebarkan dan mendakwahkan Al-Qur’an.
Sebaik-baik orang diantara kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari).


salah satu nasehat bu susanti yang sangat membekas dalam ingatan saya adalah,.. “ jangan pernah menyesal terhadap kehidupan yang telah kita lalui, ingat !! apapun yang telah dan akan terjadi dalam hidup kita itu sudah merupakan kehendak Allah swt”

Beliau juga berkata : “ seseorang yang berpegang teguh pada Al-Qur’an, insyaAllah selalu sigap dalam menentukan sikap, tidak gampang menyerah serta tidak mudah terpengaruh oleh prinsip hidup lain”.

Melihat kesuksesan  bu susanti dalam menghafal Al-Qur’an, saya jadi tambah termotivasi untuk menghafal Al-Qur’an . Dan pada postingan  kali ini saya ingin berbagi dengan teman2 tentang apa saja siy keutamaan menghafal Al-Qur’an. Kebetulan kemarin sempat meluncur di mbah google  dan ketemu salah satu article, yang mana di dalam article tersebut mengulas tentang keutamaan menghafal Al-Qur’an. Dan berikut adalah keutamaannya : 


Fadhail Hifzhul Qur’an (Keutamaan menghafal Qur’an) :

  1. Al Qur’an akan menjadi penolong (syafa’at) bagi penghafal .Dari Abi Umamah ra. ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Bacalah olehmu Al Qur’an, sesungguhnya ia akan menjadi pemberi syafa’at pada hari kiamat bagi para pembacanya (penghafalnya).”" (HR. Muslim)
  2. Nabi Saw memberikan amanat pada para hafizh dengan mengangkatnya sebagai pemimpin delegasi. Dari Abu Hurairah ia berkata, “Telah mengutus Rasulullah SAW sebuah delegasi yang banyak jumlahnya, kemudian Rasul mengetes hafalan mereka, kemudian satu per satu disuruh membaca apa yang sudah dihafal, maka sampailah pada Shahabi yang paling muda usianya, beliau bertanya, “Surat apa yang kau hafal? Ia menjawab,”Aku hafal surat ini.. surat ini.. dan surat Al Baqarah.” Benarkah kamu hafal surat Al Baqarah?” Tanya Nabi lagi. Shahabi menjawab, “Benar.” Nabi bersabda, “Berangkatlah kamu dan kamulah pemimpin delegasi.” (HR. At-Turmudzi dan An-Nasa’i).
  3. Nikmat mampu menghafal Al Qur’an sama dengan nikmat kenabian, bedanya ia tidak mendapatkan wahyu, “Barangsiapa yang membaca (hafal) Al Quran, maka sungguh dirinya telah menaiki derajat kenabian, hanya saja tidak diwahyukan padanya.” (HR. Hakim)
  4. Seorang hafizh Al Qur’an adalah orang yang mendapatkan Tasyrif nabawi (Penghargaan khusus dari Nabi Saw). Di antara penghargaan yang pernah diberikan Nabi SAW kepada para sahabat penghafal Al Qur’an adalah perhatian yang khusus kepada para syuhada Uhud yang hafizh Al Qur’an. Rasul mendahulukan pemakamannya. “Adalah Nabi mengumpulkan diantara orang syuhada uhud, kemudian beliau bersabda, :Manakah diantara keduanya yang lebih banyak hafal Al Quran, ketika ditunjuk kepada salah satunya, maka beliu mendahulukan pemakamannya di liang lahat.” (HR. Bukhari)
  5. Hafizh Qur’an adalah keluarga Allah yang berada di atas bumi. “Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia, para sahabat bertanya, “Siapakah mereka ya Rasulullah?” Rasul menjawab, “Para ahli Al Qur’an. Merekalah keluarga Allah dan pilihan-pilihan-Nya.” (HR. Ahmad)
  6. Siapa yang membaca Al Qur’an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaiakan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, “Mengapa kami dipakaikan jubah ini?” Dijawab,”Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Qur’an.” (HR. Al-Hakim)
  7. “Dan perumpamaan orang yang membaca Al Qur’an sedangkan ia hafal ayat-ayatnya bersama para malaikat yang mulia dan taat.” (Muttafaqun alaih)
  8. Dari Abdillah bin Amr bin ‘Ash dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Akan dikatakan kepada shahib Al Qur’an, “Bacalah dan naiklah serta tartilkan sebagaimana engkau dulu mentartilkan Al Qur’an di dunia, sesungguhnya kedudukanmu di akhir ayat yang kau baca.” (HR. Abu Daud dan Turmudzi)
  9. Kepada hafizh Al Qur’an, Rasul SAW menetapkan berhak menjadi imam shalat berjama’ah. Rasulullah SAW bersabda, “Yang menjadi imam suatu kaum adalah yang paling banyak hafalannya.” (HR. Muslim)
  10. “Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al Qur’an maka baginya satu hasanah, dan hasanah itu akan dilipatgandakan sepuluh kali. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf, namun Alif itu satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf.”  (HR. At Turmudzi).
  11. Bahkan Allah membolehkan seseorang memiliki rasa iri terhadap para ahlul Qur’an, “Tidak boleh seseorang berkeinginan kecuali dalam dua perkara, menginginkan seseorang yang diajarkan oleh Allah kepadanya Al Qur’an kemudian ia membacanya sepanjang malam dan siang, sehingga tetangganya mendengar bacaannya, kemudian ia berkata, ‘Andaikan aku diberi sebagaimana si fulan diberi, sehingga aku dapat berbuat sebagaimana si fulan berbuat’” (HR. Bukhari)


Ternyata begitu banyak ya keutamaan menghafal Al Quran, tapi karena kesibukan dunia dan segala pesonanya yang menggoda, membuat kita jadi malas melakukannya. karena itu mulai sekarang, azzam kan dalam diri untuk menghafal Al-Qur’an (Nasehat untuk Diri) ....


Wassalam



Jumat, 04 Mei 2012

Hafal Al-Qur'an? I Wish !!!


Setelah bergabung di liqo, timbul  semangat untuk menghafal al-Qur’an. Ya meski pun saya sendiri belum terlalu yakin pada diri ini apakah bisa atau tidak menghafal  Al-Qur’an. Tapi setidaknya semangat itu sudah ada, dan insyaAllah...  semoga usaha itu Allah mudahkan sehingga membuahkan hasil yang memuaskan, Aamiin Allahumma aamiin.

Saya banyak minta pendapat ke teman2 bahkan ke murobbi, bagaimana siy agar mudah dan cepat menghafal Al-Qur’an ? dan jawaban dari mereka hampir  rata-rata sama, intinya mereka bilang : kuatkan azam untuk menghafal, dan sering mengulang-ulang bacaan.

Dan memang hal itu sudah saya coba, dan Alhamdulillah berhasil. Meski belum sepenuhnya menghafal seluruh al-qur’an (Baca; baru juz 30, dan itu pun belum hafal semua. Baru sebagian z :-D heee) namun paling tidak saya sudah memulai usaha menghafal dengan permulaan yang memuaskan menurut saya pribadi :-D  hihihihi   #tetepNarcis

But actually ...  yang ingin saya sharing disini bukan hal di atas siy, melainkan cara menghafal Al-Qur’an dengan mudah. Kebetulan kemaren di kantor mati lampu, bosan gak ngapa-ngapain ,akhirnya pandangan saya tertuju pada lemari kantor yang didalamnya terpajang beberapa buku2 bacaan, nah dilemari itulah saya nemuin buku yang mana didalam buku tersebut ada article tentang cara menghafal Al-Qur’an dengan mudah. Siapa tau ini berguna buat teman2, klo unt saya pribadi mah sudah pasti berguna sob :-D heeee

ok... ini dia cara nya :

1. Mengingat Keutamaan Al-Qur’an.
Seperti ungkapan, “tak kenal maka tak sayang”, seseorang perlu mengetahui dan mengingat keutamaan menghafal Al-Qur’an, agar ia memiliki keinginan yang kuat untuk menghafalnya. Banyak dalil tentang keutamaan menghafal Al-Qur’an. Di antaranya, orang yang hafal Al-Qur’an tak akan merugi dalam berdagang dan rejekinya ditambah (QS. Faathir (35) : 29 – 30), menjadi keluarga Allah dan pilihannya (HR.Ahmad) , kedua orang tua nya memakai mahkota cahaya dihari kiamat (HR. Hakim), dll.

2.  Harus Yakin Bahwa Menghafal Al-Qur’an itu mudah.
Ir. Amjad Qosim dalam bukunya Kaifa Tahfazh Al-Qur’an Al- Karim Fi Syahr (Hafal Al-Qur’an dalam sebulan) menjelaskan bahwa menghafal Al-Qur’an itu mudah. Didalam buku itu juga disampaikan fakta tentang wanita sibuk yang ternyata bisa menghafal Al-Qur’an dalam waktu kurang dari sebulan, salah satu rahasianya adalah YAKIN bahwa menghafal Al-Qur’an itu mudah. Sebagaimana firman Allah : “Dan sesungguhnya telah kami mudahkan Al-Qur’an itu untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” (QS. Al-Qamar : 22)

3.  Memakai mushaf Al-Qur’an yang sama.
Otak manusia memiliki kemampuan untuk men-snapshot buku yang dibaca dan mengingatnya secara visual. Otak dapat mengingat posisi suatu tulisan/ayat disebuah halaman, apakah dibagian atas, tengah atau bawah. Karna itu, bagi penghafal Al-Qur’an dianjurkan menggunakan satu mushaf yang sama selama menghafal. Agar ia lebih mudah untuk menghafal dan mengingat ayat.

4.  Membaca dan Mendengarkan ayat yang akan dihafal.
Seseorang akan mudah hafal sebuah lagu tanpa menghafalnya, hanya karena sering mendengarnya. Demikian pula dalam menghafal Al-Qur’an, seseorang akan lebih mudah  menghafal, apabila sebelumnya telah sering membaca atau mendengar ayat yang akan dihafal.

5.  Memahami makna ayat yang dihafalkan.
Sebelum menghafal, alangkah baiknya dipahami dulu makna dan jalan cerita ayat yang akan dihafal. Bila perlu, membaca juga terjemah dan tafsirnya. Dengan demikian, dapat diketahui maksud ayat dan hubungannya dengan ayat sebelum dan setelahnya. Hal ini terbukti dapat mempermudah dalam menghafal Al-Qur’an.

6.  Menghafal pada waktu-waktu berkah
Saat yang mudah untuk menghafal diantaranya pada waktu2 berkah. Seperti, waktu sahur, i’tikaf dimasjid, atau ketika sedang berpuasa.

7.  Mengulang hafalan dihadapan murobbi ,teman dan dalam sholat
Yang disebut hafal adalah mampu membaca dengan benar dan lancar. Hal ini akan diperoleh dengan cara mengulang hafalan (takrar/muraja’ah). Ingat!! Hafalan akan mudah hilang bila tidak di ulang. Dan ada baiknya di ulang dihadapan murabbi atau teman agar dapat memberi tau jika ada kesalahan. Selain itu juga dianjurkan mengulang hafalan pada waktu sholat, baik sholat wajib maupun sunah.

8.  Selalu menjaga semangat untuk menghafal Al-Qur’an
Setiap usaha untuk meraih kesuksesan tak lepas dari ujian. Demikian pula menghafal Al-Qur’an. Terkadang muncul rasa malas dan semangat berkurang, sehingga hafalan tak kunjung selesai. Maka, agar sukses menghafal Al-Qur’an seringlah membaca dan mendengarkan motivasi untuk menghafal Al-Qur’an, berkumpul dengan orang2 yang senang membaca dan menghafalkan Al-Qur’an, selalu membawa Al-Qur’an, dll.

9.  Menjauhi dosa dan maksiat
Dosa dan maksiat adalah penghalang utama dari mendapatkan ilmu dan menghafal.  Adh-Dhahhak berkata, “kami tidak mengetahui seorangpun yang menghafal Al-Qur’an kemudian lupa kecuali karena dosa.” Dan Imam As-Syafi’i seorang ulama yang sangat cerdas dan kuat hafalannya, pernah berkonsultasi pada gurunya tentang buruknya hafalan. Lalu beliau dianjurkan menghindari dosa dan maksiat. Hal ini diceritakan dalam sya’irnya : “Aku mengeluh pada Syaikh Waki’ tentang buruknya hafalanku, maka ia menasehatiku untuk meninggalkan maksiat. Sesungguhnya ilmu adalah cahaya Allah, dan cahaya Allah tak diberikan pada ahli maksiat.”

10. Berdo’a dan berusaha
Untuk mencapai kesuksesan, selain dibutuhkan usaha keras tentunya juga dibutuhkan do’a agar usaha yang kita lakukan dimudahkan oleh Allah Swt.


*Semoga Allah mudahkan semua usaha kita dalam menghafal kalamNya, Aamiin Allahumma aamiin.


Referensi : Buletin Sidogiri


Wassalam ^_^


Kamis, 26 April 2012

Hidup itu pilihan,...


Apapun profesi kita,  tak pernah lepas dari yang namanya memilih. Seperti,  mau jadi orang baik atau jahatkah kita ? seorang Pedagang harus memilih mana barang yang akan ia sajikan didepan toko, seorang ibu harus memilih menu apa masakan yang harus ia hidangkan hari ini, semua itu adalah pilihan yang mengharuskan kita untuk memilih.


Berbicara soal memilih,  sama halnya dengan  yang saya alami sekarang , apakah harus tetap bertahan di tempat kerja yang sekarang atau buat lamaran lalu mencari pekerjaan baru  yang lebih baik?.  Saya menyadari untuk dapat bekerja di “B” adalah sebuah pilihan,  yang awalnya  saya pikir  dengan bekerja disalah satu badan yang notabene berlabel “ISLAMI”akan banyak pelajaran tentang islam yang akan saya dapatkan. Namun kenyataan yang saya temui setelah berada di dalamnya, sangat jauh berbeda dengan apa yang saya bayangkan.


Setelah bergabung didalamnya, memang banyak hal yang saya temui dari keisengan karyawan lama yang memblokir jaringan FB + Twitter di kompi saya (meski diblokir, toh saya masih bisa membukanya :-P)sampe speaker yang ada di meja kerja sayapun mereka sembunyikan. Kalo tujuan mereka memblokir jaringan Fb untuk semua siy saya bisa terima. lhaa ini hanya kompi sya z yang diblokir,  siapa yang gak kesel coba ? sementara mereka enak2 fbkan dan setel music kencang2.


Belum lagi masalah kedisiplinan yang mereka buat lalu mereka lah yang paling rajin melanggar. Dari karyawan lama sampe level pengurusnya pun sama saja, sama2 menghalalkan segala cara untuk kesenangan pribadinya. Pengurus yang datang ke kantor dalam sebulan bisa dihitung dengan jari, ditambah lagi dengan  karyawan lama yang masuk kantor seenak “perut “ mereka.  Ditambah lagi sering memerintah karyawan baru seenaknya,  seolah mereka lah  sang BOSS.


Bagamaina indonesia bisa maju jika orang2 yang diberi amanah untuk menjalankan suatu pekerjaan yang notebene adalah sebagai “penjebatan” antara si kaya dan si miskin justru mereka mengambil keuntungan dari situ. Naudzubillah !!!

Sekedar meluapkan kekesalan yang selama ini terpendam :-D...



Saat cuaca Batam sedang panas,
Menunggu detik –detik waktu sholat dzuhur.
Thursday at  11.50 am